Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » Dosen UKI Toraja Terlibat Riset Nasional Bersama AMAN: Dokumentasi Dampak Perubahan Iklim di Wilayah Adat

Dosen UKI Toraja Terlibat Riset Nasional Bersama AMAN: Dokumentasi Dampak Perubahan Iklim di Wilayah Adat

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tim Riset UKI Toraja, Lantana Dioren Rumpa, S.Kom., MT dan Prajman Evansi Pasambo, S.Hut., MP memaparkan hasil riset bertema Indigenous Led Research on Loss and Damage for Climate Change. (Foto/Istimewa)

 

 

KAREBA-TORAJA.COM, BOGOR — Dosen Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) terlibat dalam riset skala nasional bertema Indigenous Led Research on Loss and Damage for Climate Change.

Riset ini digagas oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan melibatkan enam wilayah adat di Indonesia, masing-masing didampingi perguruan tinggi sebagai motor riset.

Enam wilayah adat tersebut adalah:

1. Masyarakat Adat Dayak Ketungau, Kampung Belandung, Sekadau, Kalimantan Barat – Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK)

2. Masyarakat Adat Toraja, Sulawesi Selatan – Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja)

3. Masyarakat Adat Mairosi, Papua – Universitas Papua (UNIPA) Manokwari

4. Masyarakat Adat Negeri Haruku, Maluku – Universitas Pattimura (UNPATTI)

5. Masyarakat Adat Suku Sakai, Riau – Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UPTT)

6. Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah, Banten – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)

Lokakarya metodologi riset digelar di Bogor pada 13–14 Agustus 2025, dihadiri perwakilan dari keenam Perguruan Tinggi serta delegasi masing-masing komunitas adat.

Dari AMAN Toraja, hadir Romba’ Sombolinggi’ yang mendampingi tim UKI Toraja yang diwakili oleh Lantana Dioren Rumpa, S.Kom., MT dan Prajman Evansi Pasambo, S.Hut., MP.

Lantana Dioren Rumpa selaku Dosen UKI Toraja yang hadir dalam lokakarya tersebut mengatakan penelitian ini bertujuan mendokumentasikan loss and damage atau kerugian dan kerusakan yang dihadapi masyarakat adat akibat perubahan iklim, sekaligus menjadi evidence-based advocacy untuk mendorong kebijakan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat adat.

“Riset ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai potensi ancaman perubahan iklim terhadap wilayah adat mereka” urai Lantana Dioren Rumpa.

Dioren Rumpa mengatakan pendekatan penelitian ini mengutamakan kepemimpinan masyarakat adat sendiri, sehingga data dan temuan benar-benar mencerminkan pengalaman serta perspektif mereka.

Proyek riset ini dijadwalkan rampung pada November 2025. Hasilnya akan disusun dalam bentuk laporan akhir, policy brief, dan publikasi ilmiah yang dapat menjadi acuan Pemerintah, Organisasi Masyarakat Sipil, dan Komunitas Adat dalam merespons krisis iklim secara lebih tepat sasaran. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan dan Anggota DPRD Tana Toraja Minta Program MBG Dihentikan Sementara atau Diubah Modelnya

    Pimpinan dan Anggota DPRD Tana Toraja Minta Program MBG Dihentikan Sementara atau Diubah Modelnya

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Ketua, Wakil Ketua, dan sejumlah anggota DPRD Tana Toraja langsung membesuk dan melihat kondisi ratusan siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale yang diduga keracunan makanan dan dirawat di tiga rumah sakit di Makale. Usai menjenguk para siswa, Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante meminta pemerintah mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), […]

  • Cegah Antrian Panjang dan Kemacetan, Tim Terpadu Akan Jaga SPBU di Tana Toraja

    Cegah Antrian Panjang dan Kemacetan, Tim Terpadu Akan Jaga SPBU di Tana Toraja

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Komisi II DPRD Tana Toraja menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pengelola SPBU dan Pertashop di Kabupaten Tana Toraja, Rabu, 27 Oktober 2021. Pengelola SPBU yang hadir, diantaranya SPBU Mandetek, Kasimpo, Rembon, dan Minanga serta pengelola Pertashop Sillanan dan Bittuang. RDP yang dipimpin Ketua Komisi II Semuel Pali Tandirerung, juga dihadiri Dandim […]

  • Sambut Hari Jadi Toraja, PMTI Akan Adakan Lomba Desain Homestay

    Sambut Hari Jadi Toraja, PMTI Akan Adakan Lomba Desain Homestay

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa merespon positif “tantangan” yang dilontarkan Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, terkait pengembangan homestay di Toraja. BACA: Bupati Tana Toraja “Tantang” Pengurus PMTI Gelar Lomba Desain Homestay Hal itu disampaikan Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa dalam acara bincang-bincang dengan […]

  • Pemda Tana Toraja Salurkan Alsintan Bantuan Kementerian Pertanian ke Kelompok Tani

    Pemda Tana Toraja Salurkan Alsintan Bantuan Kementerian Pertanian ke Kelompok Tani

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Penyaluran Alsintan Bantuan Kementerian Pertanian kepada Kelompok Tani. (Foto: Diskominfo)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kembali menyalurkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada sejumlah Kelompok Tani (KT) di Tana Toraja. Kali ini, alsintan yang diserahkan merupakan bantuan dari  Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berupa 7 unit Handtractor dan 6 mesin perontok […]

  • Mengapa Suhu di Toraja Lebih Dingin dari Biasanya, Berikut Penjelasannya

    Mengapa Suhu di Toraja Lebih Dingin dari Biasanya, Berikut Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Desianti/Rls
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTETAYO — Jika Anda merasa suhu di Toraja lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari terakhir, itu bukan tanpa sebab. Stasiun Meteorologi Toraja memiliki jawaban untuk itu. Bahkan BMKG Stasiun Meteorologi Toraja mencatat, pada pagi hari suhu bisa mencapai angka 17.9-20.8 derajat Celsius selama bulan Juli 2025. Dan berdasarkan data histori Stasiun Meteorologi Toraja […]

  • Tinjau Lokasi Longsor di Tana Toraja, Menko PMK Serahkan Dana Siap Pakai dan Anggaran Relokasi

    Tinjau Lokasi Longsor di Tana Toraja, Menko PMK Serahkan Dana Siap Pakai dan Anggaran Relokasi

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA, MAKALE — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengunjungi keluarga korban tanah longsor di Palangka, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Jumat, 19 April 2024. Muhadjir Effendy meninjau langsung lokasi tanah longsor yang menelan korban jiwa sebanyak 16 orang pada Sabtu, 13 April 2024 didampingi Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan […]

expand_less