Dapur SPPG Disanksi, 3.000 Siswa di Makale, Tana Toraja Tidak Dapat MBG
- account_circle Cr1/Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ketua Satgas MBG Kabupaten Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo. (Foto: dok. istimewah).
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kurang lebih 3.000 anak sekolah di Makale, Kabupaten Tana Toraja tidak mendapat Makan Bergizi Gratis (MBG) selama beberapa hari terakhir. Penyebabnya, salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Pantan dikenai sanksi dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Satgas MBG Kabupaten Tana Toraja, yang juga Sekretaris Daerah Tana Toraja, Rudy Andi Lolo, yang dikonfirmasi, Rabu, 4 Maret 2026, membenarkan hal itu.
“SPPG Pantan disanksi. Ditutup sementara waktu. Bisa saja pengelolanya diganti, karena BGN tidak main-main dengan ini,” ungkap Rudhy Andi Lolo.
Dia menyebutkan, SPPG Pantan dikenai sanksi akibat lalai dalam menyajikan menu makanan kepada salah satu sekolah sasaran di Makale. Seperti kejadian yang viral beberapa waktu lalu, dimana dalam menu makanan terdapat buah salak yang busuk.
“Kalau saya, ini mitra, kalau buah busuk, artinya, kau tidak beli dari petani. Salak, seminggu di pasar itu belum busuk. Kalo diambil dari petani tidak perlu disortir. Artinya dibeli dari pasar yang bukan dari tempat itu,” sesal Rudhy.
Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh mitra. Yang pertama, mitra tidak merangkul petani-petani lokal, kedua, tidak mempertimbangkan kesegaran buah.
Pada saat yang sama, Rudy Andi Lolo membeberkan bahwa akibat kejadian tersebut Dapur MBG Pantan dikenakan sanksi berupa pemberhentian operasional hingga kemungkinan terjadinya pergantian pengelola.
Akibatnya dari pemberhentian sementara operasional SPPG Pantan, sekitar 3.000 siswa yang tersebar pada beberapa sekolah di Makale tidak lagi menerima MBG.
“Pemberhentian operasional SPPG Pantan ini hingga waktu yang belum diketahui, tunggu petunjuk dan penilaian dari BGN,” kata Rudhy.
Baru 6 SPPG yang Beroperasi di Tana Toraja
Terkait belum meratanya penyaluran MBG di semua wilayah Tana Toraja, Rudy Andi Lolo menyebut hal itu terkendala persoalan dapur MBG yang belum semuanya rampung terbangun.
Hingga saat ini, dapur (SPPG) yang beroperasi baru 6 unit, sementara 1 dapur sementara tidak beroperasi, dan 4 dapur lainnya sementara dalam persiapan operasional.
Sementara 41 dapur lainnya, yakni empat dapur APBN dan 37 dapur untuk THT masih dalam tahap pembangunan. (*)
- Penulis: Cr1/Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar