Damkar Tana Toraja Butuh Tambahan Armada dan APD
- account_circle CR1/IPY
- calendar_month 47 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, Pemadam Kebakaran (Damkar) Tana Toraja butuh tambahan armada dan APD. (AP/Kareba Toraja).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama di musim kemarau panjang seperti sekarang ini, unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tana Toraja membutuhkan tambahan armada dan alat pelindung diri (APD).
Hal tersebut disampaikan Roy Mandus Heryanto, Staf Penyuluh Pemadam Kebakaran, saat diwawancarai di Markas Pemadam Kebakaran Tana Toraja, Jalan Tondon Mamullu, Kelurahan Bombongan, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Jumat, 16 Oktober 2026.
Roy menjelaskan, petugas menghadapi sejumlah kendala dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mulai dari kondisi jalan dan medan yang sulit hingga lokasi kebakaran yang jauh dari jangkauan fasilitas pemadam. Kondisi tersebut dapat menyulitkan petugas dalam menjangkau titik api dan memperoleh pasokan air.
Menurutnya, kebutuhan armada ideal yang diharapkan untuk mendukung pelayanan Damkar di Tana Toraja. Diantaranya tiga hingga empat unit mobil tangki untuk suplai air serta lima hingga enam unit mobil pemadam kebakaran.
“Saat ini, terdapat tiga unit mobil pemadam yang dapat digunakan dari sebelumnya empat unit, sementara satu unit lainnya mengalami kerusakan,” kata Roy.
Secara keseluruhan, kata dia, Damkar memiliki delapan unit kendaraan, termasuk ambulans dan kendaraan pendukung lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan suplai air, Damkar masih menggunakan mobil tangki pinjam pakai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Ruang (PUBR), karena kendaraan tangki miliknya sedang dalam perbaikan.
Dari sisi personel, Damkar memiliki 23 orang, yang terdiri atas 21 petugas lapangan serta kepala bidang dan kepala unit. Selain dukungan armada, kelengkapan APD juga menjadi perhatian karena belum seluruh petugas memiliki perlengkapan keselamatan yang memadai.
“Kebutuhan yang masih diperlukan antara lain pakaian khusus pemadam kebakaran dan masker oksigen. Kelengkapan tersebut penting untuk menunjang keselamatan petugas ketika menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kebakaran rumah dan kawasan permukiman tetap menjadi prioritas utama. Namun, dengan bertambahnya penduduk dan berkembangnya kawasan permukiman, kebutuhan armada dan fasilitas pendukung juga perlu disesuaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Roy berharap pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat memberikan perhatian terhadap peningkatan fasilitas Damkar, baik dari segi jumlah kendaraan, ketersediaan suplai air, maupun perlengkapan keselamatan personel.
Ia juga menegaskan bahwa petugas Damkar siap memberikan pelayanan kapan pun dan di mana pun sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang tersedia.
“Prinsip Damkar harus padam sebelum pulang,” ungkap Roy, menggambarkan komitmen petugas dalam menjalankan tugas pemadaman dan melayani masyarakat.
Dengan dukungan armada dan perlengkapan yang memadai, diharapkan Damkar Tana Toraja dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun di wilayah yang sulit dijangkau. (*)
- Penulis: CR1/IPY
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar