Arena Adu Kerbau (Tedong Silaga) di Sa’dan Tiroallo Dibongkar Aparat Gabungan Polri dan TNI
- account_circle Monika Rante Allo/Rls
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Polisi, TNI, dibantu keluarga dan warga setempat membongkar arena adu kerbau di Sa'dan Tiroallo, Toraja Utara. (MRA/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, SA’DAN — Arena Tedong Silaga (adu kerbau) Tomalolo di Lembang Sa’dan Tiroallo, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara, dibongkar aparat gabungan Polri dan TNI, Jumat, 13 Maret 2026.
Selain arena yang terbuat dari bambu, dibongkar pula bangunan tribun penonton, yang terbuat dari bahan yang sama. Kandang-kandang kerbau petarung yang ada di lokasi tersebut, juga dibongkar.
Arena adu kerbau yang dibongkar tersebut terletak persis di samping Gedung gereja setempat. Bahkan jika dilihat dari kejauhan, Gedung gereja itu seakan berdiri di tengah karena di beberapa sisi berdiri kendang kerbau petarung.
Lokasi tersebut merupakan arena Tedong Silaga yang dipersiapkan keluarga untuk pelaksanaan rangkaian upacara adat Rambu Solo’ untuk tiga jenazah warga setempat.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 14 Maret 2026, Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon, menjelaskan bahwa pembongkaran ini berawal dari laporan masyarakat.
“Berdasarkan laporan masyarakat yang merasa kegiatan tersebut tidak pas karena berada di depan rumah ibadah (gereja),” ujar Iptu Ruxon.
Lebih lanjut, Iptu Ruxon menegaskan bahwa pembongkaran dilakukan atas kesadaran dan kesepakatan keluarga, bukan atas tindakan paksa aparat.
“Setelah himbauan dari gabungan aparat, pihak keluarga menerima dan sepakat untuk membongkar tempat tersebut. Jadi bukan aparat yang membongkar, akan tetapi dari keluarga besar di sana dan aparat gabungan membantu jalannya kegiatan tersebut,” jelasnya.
Proses pembongkaran berlangsung kondusif dengan pengawalan dari personel gabungan. Dalam kesempatan tersebut, aparat juga menyampaikan himbauan agar pelaksanaan Tedong Silaga ke depannya dapat mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kegiatan turut dipantau langsung oleh Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto A.W yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Di akhir keterangannya, Iptu Ruxon menyampaikan harapannya agar tradisi dan budaya Toraja Utara tetap lestari namun tetap memperhatikan aspek hukum dan sosial.
“Semoga adat, budaya dan tradisi masyarakat Toraja Utara bisa tetap dilestarikan tanpa berbenturan dengan aturan hukum, agama, dan organisasi atau kelompok masyarakat lainnya,” harap Iptu Ruxon.
Kegiatan pembongkaran dan pendampingan berakhir pada pukul 18.30 Wita dalam keadaan aman dan tertib. (*)
- Penulis: Monika Rante Allo/Rls
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar