Tiba di Toraja, Jenazah Aprida Rapi, Korban Penembakan di Jayawijaya, Disambut Isak Tangis Keluarga
- account_circle CR1/IPY
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jenazah Aprida Rapi, korban penembakan di Jayawijaya, Papua Pegunungan, tiba di Toraja disambut isak tangis keluarga dan sanak saudara. (IPY/Kareba Toraja).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
- Keluarga Berharap Pelaku Dihukum Setimpal dengan Perbuatannya
KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ UTARA — Suasana haru menyelimuti rumah duka Almarhumah Aprida Rapi di Bulean, Lembang (Desa) Leatung Matallo, Kecamatan Sanggala’ Utara, Tana Toraja, Sabtu, 12 September 2026, setelah jenazahnya tiba dari Papua Pegunungan.
Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat yang telah menanti. Kesedihan semakin terasa ketika keluarga harus menerima kenyataan bahwa sosok yang mereka kasihi telah kembali bukan dalam keadaan sehat, melainkan sudah terbaring dalam peti.
Almarhumah Aprida Rapi (49) merupakan korban penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026.
Selain Aprida, masih ada dua pegawai Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya, yang menjadi korban pada peristiwa itu. Keduanya adalah ), Alfonsius Albinus Mehan (35), dan Wili Mbuik (26). Dua korban yang disebut terakhir merupakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT).
BERITA TERKAIT: Tiga ASN Asal Toraja dan NTT Tewas Ditembak OTK di Jayawijaya, Papua Pegunungan
Di rumah duka, keluarga, kerabat, dan warga berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Bagi keluarga, kepergian Aprida Rapi merupakan kehilangan yang mendalam. Kenangan dan kebersamaan bersama almarhumah kini menjadi bagian yang akan terus tersimpan di hati keluarga.
“Meskipun sebagai anak keempat dari 9 bersaudara, Almarhumah merupakan tulang punggung dalam keluarga. Kami sangat terpukul dengan peristiwa ini, apalagi tahun kemarin, salah satu saudara kami (anak kelima) juga sudah berpulang,” ungkap Yusuf Barrung Bandong, salah satu saudara Almarhumah.
Yusuf menuturkan, selama hidupnya, Almarhumah Aprida Rapi merupakan aktivis atau motivator, baik dalam keluarga, gereja, maupun lingkungan masyarakat. Aprida disebut aktif di persekutuan Tallu Lembangna Kabupaten Jayawijaya, dimana suaminya pernah menjadi Ketua persekutuan itu. Aprida juga aktif di Persekutuan Keluarga Katolik Toraja.
“Di rumah mereka di Wamena juga sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan komunitas, persekutuan, maupun kegiatan gereja,” kata Yusuf, yang juga berkarir sebagai guru di Papua.
Yusuf berharap para pelaku penembakan terhadap tiga ASN Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya itu dapat ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku di NKRI.
“Harapan kami, sesuai yang disampaikan oleh Ketua IKT (Ikatan Keluarga Toraja) Papua, peristiwa ini diusut tuntas dan para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini,” ujar Yusuf.
Menurut rencana, jenazah Almarhumah Aprida Rapi akan dimakamkan pekan depan dalam prosesi pemakaman sesuai adat Toraja. (*)
- Penulis: CR1/IPY
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar