TERKINI: Ini Jumlah Siswa SMP di Tana Toraja yang Diduga Keracunan MBG
- account_circle Monika Rante Allo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq menjenguk para siswa SMP yang dirawat di rumah sakit. Para siswa itu diduga keracunan makan bergizi gratis. (AP/Kareba Toraja).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Ratusan siswa dari dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Makale, Tana Toraja, yang mengalami gejala keracunan, dirawat di tiga rumah sakit yang ada di kota itu. Ketiga rumah sakit itu, masing-masing RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatimah (Paku) Makale.
Ratusan siswa diduga mengalami karacunan usai mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG) sehari sebelumnya itu berasal dari SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale.
Mereka mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG) yang dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan, sehari sebelumnya atau Rabu, 2 September 2026.
Meski begitu, penyebab pasti gejala keracunan yang dialami secara massal oleh para siswa ini, masih diselidiki; apakah karena makanan atau sebab lain.
Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan mengatakan saat ini pihaknya masih fokus ke penanganan korban. Setelah itu, polisi akan melakukan penyelidikan, apakah ada kelalaian dari dapur SPPG atau tidak. Pun soal penyebab; apakah karena makanan atau sebab lain.
“Mohon teman-teman media bersabar ya,” ungkap Kapolres saat diwawancarai wartawan di RSUD Lakipadada.
Berdasarkan data yang dihimpun Kareba-Toraja.com, sebanyak 46 siswa SMPN 1 Makale dan 25 siswa SMPN 2 Makale dirawat di RSUD Lakipadada. Sedangkan siswa SMPN 1 Makale yang dirawat di RS Sinar Kasih sebanyak 38 orang. Di RS Fatimah Makale, sebanyak 43 siswa dirawat.
Kepala SMP Negeri 1 Makale, Yohanis Pakiding mengatakan beberapa siswa mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare pada Kamis, 3 September 2026 pagi. Namun beberapa siswa mengaku sudah mengalami gejala pada Kamis subuh.
“Karena sudah massal, sudah antri di WC, maka kami ambil tindakan secepatnya menghubungi rumah sakit dan Puskesmas,” ungkap Yohanis.
Meski begitu, Yohanis tidak berani menyatakan bahwa penyebab keracunan massal siswanya ini adalah MBG.
“Untuk penyebabnya, kami belum berani menyatakan, karena itu bukan kewenangan kami,” kata Yohanis.
Dia menyebut, MBG yang dikonsumsi siswanya diantar oleh SPPG pada jam 11.00 Wita, Rabu, 2 September 2026. Dan dimakan para siswa jam 12.00 Wita. Menunya, nasi, ayam dimasak air, perkedel, dan sayur campuran wortel. Makanan itu, kata Yohanis, sudah dicek oleh petugas PIC (person in charge) di sekolahnya.
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq yang meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Lakipadada menyatakan Pemkab Tana Toraja melakukan segala hal yang diperlukan untuk menangani masalah ini.
Menurut Zadrak, saat ini, pemerintah sudah menyiapkan tiga rumah sakit untuk merawat para siswa. Sejumlah Puskesmas dan tenaga kesehatan yang ada di Makale dan sekitarnya juga dikerahkan untuk membantu.
“Saya sudah sampaikan kepada semua pimpinan rumah sakit, bahwa ini harus segera ditangani sesegera dan seoptimal mungkin sesuai dengan SOP yang ada di rumah sakit,” kata Zadrak. (*)
- Penulis: Monika Rante Allo
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar