Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » TERKINI: Ini Jumlah Siswa SMP di Tana Toraja yang Diduga Keracunan MBG

TERKINI: Ini Jumlah Siswa SMP di Tana Toraja yang Diduga Keracunan MBG

  • account_circle Monika Rante Allo
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE —  Ratusan siswa dari dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Makale, Tana Toraja, yang mengalami gejala keracunan, dirawat di tiga rumah sakit yang ada di kota itu. Ketiga rumah sakit itu, masing-masing RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatimah (Paku) Makale.

Ratusan siswa diduga mengalami karacunan usai mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG) sehari sebelumnya itu berasal dari SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale.

Mereka mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG) yang dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan, sehari sebelumnya atau Rabu, 2 September 2026.

Meski begitu, penyebab pasti gejala keracunan yang dialami secara massal oleh para siswa ini, masih diselidiki; apakah karena makanan atau sebab lain.

Kapolres Tana Toraja, AKBP Budi Hermawan mengatakan saat ini pihaknya masih fokus ke penanganan korban. Setelah itu, polisi akan melakukan penyelidikan, apakah ada kelalaian dari dapur SPPG atau tidak. Pun soal penyebab; apakah karena makanan atau sebab lain.

“Mohon teman-teman media bersabar ya,” ungkap Kapolres saat diwawancarai wartawan di RSUD Lakipadada.

Berdasarkan data yang dihimpun Kareba-Toraja.com, sebanyak 46 siswa SMPN 1 Makale dan 25 siswa SMPN 2 Makale dirawat di RSUD Lakipadada. Sedangkan siswa SMPN 1 Makale yang dirawat di RS Sinar Kasih sebanyak 38 orang. Di RS Fatimah Makale, sebanyak 43 siswa dirawat.

Kepala SMP Negeri 1 Makale, Yohanis Pakiding mengatakan beberapa siswa mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare pada Kamis, 3 September 2026 pagi. Namun beberapa siswa mengaku sudah mengalami gejala pada Kamis subuh.

“Karena sudah massal, sudah antri di WC, maka kami ambil tindakan secepatnya menghubungi rumah sakit dan Puskesmas,” ungkap Yohanis.

Meski begitu, Yohanis tidak berani menyatakan bahwa penyebab keracunan massal siswanya ini adalah MBG.

“Untuk penyebabnya, kami belum berani menyatakan, karena itu bukan kewenangan kami,” kata Yohanis.

Dia menyebut, MBG yang dikonsumsi siswanya diantar oleh SPPG pada jam 11.00 Wita, Rabu, 2 September 2026. Dan dimakan para siswa jam 12.00 Wita. Menunya, nasi, ayam dimasak air, perkedel, dan sayur campuran wortel. Makanan itu, kata Yohanis, sudah dicek oleh petugas PIC (person in charge) di sekolahnya.

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq yang meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Lakipadada menyatakan Pemkab Tana Toraja melakukan segala hal yang diperlukan untuk menangani masalah ini.

Menurut Zadrak, saat ini, pemerintah sudah menyiapkan tiga rumah sakit untuk merawat para siswa. Sejumlah Puskesmas dan tenaga kesehatan yang ada di Makale dan sekitarnya juga dikerahkan untuk membantu.

“Saya sudah sampaikan kepada semua pimpinan rumah sakit, bahwa ini harus segera ditangani sesegera dan seoptimal mungkin sesuai dengan SOP yang ada di rumah sakit,” kata Zadrak. (*)

  • Penulis: Monika Rante Allo
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN-T UKI Toraja di Kelurahan Ariang Perkenalkan Bongkol Pisang sebagai Bahan Utama Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

    Mahasiswa KKN-T UKI Toraja di Kelurahan Ariang Perkenalkan Bongkol Pisang sebagai Bahan Utama Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Ditengah tantangan krisis pangan global Mahasiswa KKN-T UKI Toraja Kelurahan Ariang hadir dengan inovasi pertanian yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan Bongkol Pisang sebagai bahan dasar pembuatan Pupuk Organik Cair (POC Bongkol Pisang) Pemanfaatan POC bongkol pisang tentunya menjadi jawaban untuk petani yang sulit dalam mendapatkan pupuk terutama pupuk subsidi yang masih terbatas […]

  • Diblokade Warga Sejak September 2020, Objek Wisata Buntu Burake Kini Dibuka Kembali

    Diblokade Warga Sejak September 2020, Objek Wisata Buntu Burake Kini Dibuka Kembali

    • calendar_month Senin, 10 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Objek Wisata Religi Buntu Burake, yang terletak di Kecamatan Makale, Tana Toraja, kini terbuka kembali untuk umum. Sebelumnya, sejak September 2020, objek wisata ini diblokade oleh warga setempat karena kecewa terhadap pemerintah Kabupaten Tana Toraja, yang saat itu dipimpin Bupati Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara. “Sudah dibicarakan dengan masyarakat setempat, sehingga […]

  • Kembali Dilantik, Welem Sambolangi Jadi Ketua Karang Taruna Tana Toraja Tiga Periode

    Kembali Dilantik, Welem Sambolangi Jadi Ketua Karang Taruna Tana Toraja Tiga Periode

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi kembali dilantik menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Tana Toraja periode 2022 -2027. Pelantikan digelar di Aula Kantor Bupati Tana Toraja, Pantan Makale, Senin, 9 Januari 2023. Dengan pelantikan Welem Sambolangi sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Tana Toraja periode 2022- 2027 dengan demikian Welem Sambolangi telah mencatat […]

  • Meski Pembangunan Sudah Jalan, Pembebasan Lahan Jembatan “Kembar” Malango’ Belum Tuntas

    Meski Pembangunan Sudah Jalan, Pembebasan Lahan Jembatan “Kembar” Malango’ Belum Tuntas

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Meski proses pembangunan Jembatan “kembar” Malango’ sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu, namun penyelesaian pembebasan tanah dan bangunan milik warga ternyata belum tuntas. Pemerintah kekurangan uang. Total anggaran yang harus dibayarkan pemerintah kepada pemilik lahan dan bangunan yang sampai saat ini belum terbayarkan sekitar Rp 6,3 miliar. Hal ini terungkap dalam pertemuan […]

  • Purnama Pangalinan Kembali Nahkodai PMTI Wilayah Provpinsi Banten Periode 2025-2030

    Purnama Pangalinan Kembali Nahkodai PMTI Wilayah Provpinsi Banten Periode 2025-2030

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Desianti/Rls
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BANTEN — Purnama Pangalinan, ST, MMTr, kembali terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja (PMTI) Wilayah Provinsi Banten untuk periode 2025-2030. Purnama Pangalinan, beserta Ir. Agustaf Sura’ sebagai Wakil Ketua dan sebagai Sekretaris Cancerina Tanan SE serta Bendahara ibu Adriana Surira sebagai Bendahara terpiliha dalam Dalam Musyawarah Wilayah ( Muswil) Provinsi Banten yang di laksanakan […]

  • Vikep Toraja dan Pastor Paroki Rantepao Berganti, Bupati Minta Dukungan Tokoh Agama

    Vikep Toraja dan Pastor Paroki Rantepao Berganti, Bupati Minta Dukungan Tokoh Agama

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang meminta dukungan tokoh-tokoh agama dalam menyukseskan program-program pemerintah yang sedang digalakan di Toraja Utara saat ini. Permintaan itu disampaikan OmBas, sapaan akrab Yohanis Bassang, saat menghadiri misa serah terima jabatan Vikaris Episkopal (Vikep) Toraja dan Pastor Paroki Santa Theresia Rantepao di Gereja Katolik Rantepao, Minggu, 5 September […]

expand_less