Korban Sudah Melahirkan, Pelaku Kekerasan Seksual di Bonggakaradeng Belum Ditangkap
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Keluarga Korban Kekerasan Seksual setelah menunjukkan bukti laporan polisi setelah memberikan keterangan ke Wartawan. (Foto: Arsyad- Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, BONGGAKARADENG — Seorang wanita berinisial S (19) di Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang Pria beristri berinisial D (35) pada bulan juni 2025 lalu.
Hingga setahun kasus tersebut berlalu, bahkan korban kini sudah melahirkan seorang anak, terduga pelaku belum juga ditangkap meski kasus tersebut sudah dilaporkan secara resmi ke Polres Tana Toraja pada Desember 2025.
Kepada wartawan, Selasa 07 Juli 2026, perwakilan keluarga menyayangkan penanganan kasus oleh pihak Kepolisian yang dinilai berjalan lambat.
Perwakilan keluarga meminta pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Tana Toraja untuk segera menangkap pelaku yang hingga kini masih bebas berkeliaran.
“Kami tidak tahu kenapa pelaku belum ditangkap padahal hasil tes DNA sudah keluar dan dipastikan terlapor adalah ayah biologis dari anak yang dilahirkan korban” sesal perwakilan keluarga.
Keluarga berharap pihak Kepolisian serius menangani persoalan ini agar korban mendapatkan keadilan.
Kasat Reskrim Polres Tana Toraja IPTU Syahruddin yang dikonfirmasi membenarkan hasil tes DNA sudah keluar namun untuk memperkuat keterangan, maka dokter yang mengeluarkan hasil tes DNA harus dimintai keterangan.
“Kami sudah menyurat ke Dokpol untuk meminta keterangan Dokter yang mengeluarkan hasil tes DNA selaku ahli, kita masih menunggu balasannya, nanti setelah itu baru ditetapkan tersangkanya” tutur IPTU Syahruddin.
IPTU Syahruddin mengatakan kekerasan seksual tersebut terjadi tanpa ada saksi lain yang mengetahui, sementara pelaku tidak pernah mengakui perbuatannya oleh karena itu hasil tes DNA yang sudah terbit harus diperkuat dengan keterangan dokter yang mengeluarkan hasil tes DNA tersebut. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende



Saat ini belum ada komentar