Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Adat dan Budaya » OPINI: Kemunduran Budaya dan Tragedi Tongkonan; Saat Warisan Leluhur Menjadi Korban Sengketa

OPINI: Kemunduran Budaya dan Tragedi Tongkonan; Saat Warisan Leluhur Menjadi Korban Sengketa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Imanuel*

KEMUNDURAN budaya menjadi ancaman serius yang kian nyata di era modern saat ini. Nilai-nilai luhur yang telah dibangun oleh leluhur kita selama ribuan tahun kini mulai memudar, tidak lagi dijunjung sebagai warisan kebanggaan, melainkan seringkali menjadi korban dalam konflik sosial dan persoalan hukum. Salah satu potret menyedihkan dari kemunduran ini dapat dilihat dari maraknya eksekusi rumah adat Tongkonan di Toraja.

Tongkonan, lebih dari sekadar bangunan, merupakan simbol kekerabatan, identitas, dan nilai spiritual masyarakat Toraja. Ia adalah ruang musyawarah, tempat bernaungnya nilai-nilai kekeluargaan yang selama ini menjadi fondasi hidup bersama. Namun kini, tongkonan justru menjadi objek sengketa, dipermasalahkan di meja hijau, dan satu per satu dirobohkan oleh putusan hukum yang memisahkan antara adat dan kewenangan negara. Fenomena ini bukan hanya merobohkan bangunan fisik, tapi juga melukai batin dan jati diri masyarakat Toraja.

Kita tentu tidak menafikan bahwa negara memiliki tanggung jawab dalam menegakkan hukum, termasuk dalam perkara perdata. Namun ketika objek yang disengketakan adalah simbol budaya yang sakral, maka pendekatan yang digunakan pun semestinya tidak semata-mata legalistik, melainkan juga harus mempertimbangkan aspek kultural, historis, dan sosiologis. Oleh karena itu, pemerintah sebagai pemegang otoritas perlu mengambil peran aktif dan bijak dalam mencari solusi, dengan mengedepankan dialog yang melibatkan tokoh adat, akademisi, dan masyarakat setempat.

Ruang-ruang diskusi yang mengangkat persoalan adat dan budaya harus terus didorong. Sengketa adat tidak boleh hanya diselesaikan dengan logika hukum positif semata, tapi juga dengan pemahaman dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal yang telah lama hidup dalam masyarakat. Negara harus hadir sebagai pelindung masyarakat adat, bukan menjadi pihak yang secara tidak langsung mempercepat hilangnya warisan budaya karena kekosongan kebijakan yang sensitif terhadap konteks adat.

Lebih dari itu, para pemuda sebagai generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk melestarikan kebudayaan. Tidak cukup hanya dengan mengenang, tetapi dengan terlibat menjaga agar tetap bertahan di tengah arus modernisasi.

Indonesia dikenal dunia bukan hanya karena sumber daya alamnya, tapi karena kekayaan budayanya yang beragam. Jika warisan budaya seperti Tongkonan dibiarkan punah tanpa perlindungan yang jelas, maka kita tidak hanya kehilangan simbol fisik, tapi juga kehilangan jati diri sebagai bangsa.

Semoga kasus ini menjadi alaram yang menyadarkan semua pihak bahwa melindungi budaya bukan sekadar pilihan, tapi keharusan agar sejarah tidak mencatat kita sebagai generasi yang membiarkan warisan leluhur hilang di tangan kita sendiri.

  • Penulis adalah Ketua Presidium PMKRI Cabang Toraja, periode 2025/2026
  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UKI Toraja Lepas 1.015 Mahasiswa KKN Ke 87 Lembang/Kelurahan, Siap Berkontribusi Untuk Kemandirian Pangan

    UKI Toraja Lepas 1.015 Mahasiswa KKN Ke 87 Lembang/Kelurahan, Siap Berkontribusi Untuk Kemandirian Pangan

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    1.015 mahasiswa dilepas oleh Rektor UKI Toraja, Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, SE., M.Si., Ak., CA,, untuk menjalankan pengabdian masyarakat dalam program KKN Tematik yang mengusung tema “Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal dan Inovasi”. (Foto/MultimediaUKIToraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) melepas secara resmi 1.015 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 45 […]

  • Luar Biasa, Enam Atlet Panahan Toraja Utara Lolos Porprov Sulsel 2026 di Bone

    Luar Biasa, Enam Atlet Panahan Toraja Utara Lolos Porprov Sulsel 2026 di Bone

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Citizen Reporter: Anny Marimbuna/Humas PERPANI Toraja Utara
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAROS — Perpani Toraja Utara menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Sulawesi Selatan 2025 yang digelar di Lapangan Kassi Kebo Kabupaten Maros tanggal 26 – 29 September 2025. Dari enam atlet yang diturunkan, seluruhnya berhasil melaju ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan tahun 2026 yang akan berlangsung di […]

  • Gedung Bekas Kantor DPRD Toraja Utara Dibagi Dua; untuk Dinas PTSP dan KNPI

    Gedung Bekas Kantor DPRD Toraja Utara Dibagi Dua; untuk Dinas PTSP dan KNPI

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Persoalan perebuatan Gedung bekas Kantor DPRD Toraja Utara menemukan jalan keluar. Win-win solution itu dihasilkan dalam pertemuan antara pemerintah dan KNPI, yang difasilitasi DPRD Toraja Utara, Rabu, 5 April 2023. Hasil pertemuan; KNPI akan menggunakan sebagian kecil ruangan di bagian utara. Sedangkan di gedung utama dan sebagian ruangan di bagian selatan, akan […]

  • Polres Toraja Utara Akan Tindak Tegas Mobil Tangki Modifikasi Pelangsir BBM Ilegal

    Polres Toraja Utara Akan Tindak Tegas Mobil Tangki Modifikasi Pelangsir BBM Ilegal

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kepolisian Resor Toraja Utara berjanji akan menindak tegas pelaku pelangsir dan penimbun bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ilegal di wilayah Toraja Utara. Pelangsir BBM adalah orang yang secara ilegal menimbun dan menjual kembali BBM bersubsidi. Seringkali dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga eceran resmi pemerintah. Hal ini tentu saja […]

  • Dicuri di Parkiran RS Marampa’ Rantepao, Sepeda Motor Ini Ditemukan Tinggal Rangka

    Dicuri di Parkiran RS Marampa’ Rantepao, Sepeda Motor Ini Ditemukan Tinggal Rangka

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pencurian sepeda motor kelihatan makin marak di Toraja Utara. Sebelumnya, polisi berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor milik seorang pedagang di Pasar Bolu, Tallunglipu pada Kamis, 20 Januari 2022. (Baca: Diduga Curi Motor di Bolu, Pemuda dari Buntu Pepasan Ini Ditangkap Polisi). Kini, kasus pencurian sepeda motor terjadi lagi. Rabu, 26 Januari […]

  • Sudah 5 Bulan Amblas, Badan Jalan Poros Bokin Ini Belum Disentuh Pemerintah

    Sudah 5 Bulan Amblas, Badan Jalan Poros Bokin Ini Belum Disentuh Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 5 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BUNTAO — Badan jalan poros penghubung Paniki-Bokin di Lembang Sapan Kua-kua, Kecamatan Buntao’, Kabupaten Toraja Utara, yang amblas sejak Januari 2022 yang lalu, belum disentuh pemerintah hingga kini. Informasi yang diperoleh kareba-toraja.com, penanganan darurat yang dilakukan masyarakat atas bantuan PT Toarco Jaya belum mampu membuat badan jalan sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut membaik […]

expand_less