Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Sat Samapta Polres Tana Toraja Intensifkan Patroli Malam Cegah Gangguan Kamtibmas

Sat Samapta Polres Tana Toraja Intensifkan Patroli Malam Cegah Gangguan Kamtibmas

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Patroli Rutin Sat Samapta Polres Tana Toraja cegah Gangguan Kamtibmas. (Foto: HumasPolresTanaToraja)

 


KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Satuan Samapta Polres Tana Toraja meningkatkan kewaspadaan melalui Patroli Perintis Presisi di wilayah hukum Polres Tana Toraja.

Seperti yang dilakukan pada Kamis malam, 02 Oktober 2025, dimana kegiatan patroli difokuskan di beberapa titik rawan pada malam hari, seperti kawasan pertokoan, Plaza Kolam Makale, serta Jalan Tritura.

Sasaran patroli kali ini adalah para pemuda dan remaja yang kerap melakukan aktivitas hingga larut malam.

Personil Sat Samapta melakukan patroli mobile sekaligus memberikan imbauan agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu ketenangan warga sekitar.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya preventif Polres Tana Toraja dalam menciptakan situasi aman dan kondusif.

Kasat Samapta Polres Tana Toraja, IPTU Constantinus L.W., menyampaikan bahwa patroli rutin ini sangat penting untuk mencegah terjadinya tindak kriminal.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan masyarakat melalui patroli malam hari. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah gangguan kamtibmas,” ungkap IPTU Constantinus.

Lebih lanjut, IPTU Constantinus menambahkan bahwa dukungan masyarakat sangat berpengaruh dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Kami mengimbau kepada para pemuda untuk tidak berkumpul hingga larut malam, karena hal tersebut rawan menimbulkan potensi gangguan. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban menjadi kunci utama terwujudnya lingkungan yang kondusif. Bila menemukan hal yang mencurigakan, segera hubungi layanan darurat 110 agar cepat ditangani,” tutup IPTU Constantinus. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Pertanian Serahkan Sejumlah Bantuan Pertanian untuk Masyarakat Tana Toraja

    Menteri Pertanian Serahkan Sejumlah Bantuan Pertanian untuk Masyarakat Tana Toraja

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, Sabtu, 28 November 2020. Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini beserta rombongan tiba di Toraja dengan menggunakan Helikoper PK-JTJ dan mendarat di Lapangan Kodim Rantepao, kemudian langsung menggelar kunjungan kerja di wilayah kabupaten Toraja […]

  • Gelar Pembekalan Bagi Calon Lulusan, UKI Toraja Hadirkan Alumni yang Bekerja di Jepang dan Australia

    Gelar Pembekalan Bagi Calon Lulusan, UKI Toraja Hadirkan Alumni yang Bekerja di Jepang dan Australia

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Bimbingan Karir dan Pembekalan Calon Lulusan UKI Toraja Semester Genap Tahun 2024/2025. (Foto:Arsyad-Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) melaksanakan kegiatan Bimbingan Karir dan Pembekalan Calon Lulusan Semester Genap 2024/2025, bertempat di Aula Kampus 1 UKI Toraja Makale Jum’at 17 Oktober 2025. Bimbingan karir dan pembekalan calon lulusan yang merupakan program […]

  • 25 Most Beautiful Places in The World Inspired by Novel From Toraja With love

    25 Most Beautiful Places in The World Inspired by Novel From Toraja With love

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    There’s a compelling fictional novel from Toraja that’s worth reading, “From Toraja With Love”. This novel not only highlights the uniqueness of Toraja culture, such as walking corpses and the elegance of classical Javanese dance, but also introduces 25 of the most beautiful places in the world. The so-called “25 most beautiful places in the […]

  • Bupati Toraja Utara Minta Satpol PP Tertibkan Aktivitas “Ma’palopas Tedong” di Jalan Umum dan Café Tak Berizin

    Bupati Toraja Utara Minta Satpol PP Tertibkan Aktivitas “Ma’palopas Tedong” di Jalan Umum dan Café Tak Berizin

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan aktivitas “ma’palopas tedong” (latihan lari kerbau-petarung) di jalan umum. Selain itu, Frederik juga meminta Kepolisian Resor Toraja Utara untuk memback-up Satpol PP dalam menertibkan aktivitas karaoke berkedok café, yang tak berizin. “Jadi ini Pak Kapolres, mohon izin, […]

  • Gegara Ayam Rusak Tanaman, Kakak Parangi Adiknya

    Gegara Ayam Rusak Tanaman, Kakak Parangi Adiknya

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BONGGAKARADENG — Hanya karena ayam merusak tanaman, Siman (47), warga Lembang Bau Selatan, Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja, nekad menebas Armin (40), yang tak lain adalah adiknya, menggunakan parang. Akibatnya, sang adik menderita luka sobek bekas sabetan parang pada punggung tangan dan bahu kiri. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 9 Januari 2023 di Bake, Lembang […]

  • Akses Evakuasi Sulit, Polisi Tandu Korban Pohon Tumbang di Bittuang Sejauh 4 Kilometer

    Akses Evakuasi Sulit, Polisi Tandu Korban Pohon Tumbang di Bittuang Sejauh 4 Kilometer

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BITTUANG — Proses evaluasi dua korban bencana alam pohon tumbang yang terjadi di tengah hutan pinus di Lembang Sandana, Kecamatan Bittuang, berlangsung dramatis. Petugas Kepolisian butuh waktu empat jam untuk sampai di tempat kejadian perkara. Demikian pula, dibantu warga, polisi harus menandu korban dengan berjalan kaki sejauh 4 km dari tengah hutan ke titik […]

expand_less