Viral, Penggerebekan Judi Sabung Ayam di Toraja Utara Libatkan Brimob

KAREBA-TORAJA.COM, SOPAI — Beberapa potongan video dan foto yang merekam kejadian penggerebekan arena judi sabung ayam di Langda, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara, Minggu, 31 Maret 2024, viral di berbagai platform media sosial.

Video-video penggerebekan yang dilakukan bertepatan dengan hari raya Paskah itu, menuai pro kontra warga net, terutama warga Toraja. Ada yang setuju polisi memberantas judi. Namun ada pula yang mengganggap tindakan aparat ini berlebihan.

Sebab, beberapa potong video lainnya yang beredar di media sosial memperlihatkan tindakan kepolisian yang sangat kasar terhadap para terduga pelaku perjudian sabung ayam tersebut. Banyak warga net yang berkomentar bahwa para terduga pelaku itu bukan teroris, bukan pula pencuri uang negara, kenapa mereka diperlakukan demikian?

Baca Juga  Hujan Lebat, Rumah Warga di Sanggalangi Ini Amblas ke Jurang

Hingga Senin, 1 April 2024, belum ada keterangan resmi dari Polres Toraja Utara terkait aksi penggerebekan tersebut. Namun informasi yang diperoleh KAREBA TORAJA menyebutkan bahwa penggerebekan ini dilakukan langsung oleh personil gabungan dari Resmob Polda Sulsel diback up Brimob.

Kesaksian warga di sekitar lokasi menyebutkan berkali-kali polisi melepaskan tembakan peringatan yang membuat ribuan orang lari kocar-kacir; ada yang menuju ke sawah, hutan, hingga ke rumah-rumah penduduk.

“Kaya kembang api Pak,” ungkap Sarton, warga Langda melukiskan bunyi letusan senjata aparat.

Informasi lain menyebutkan, puluhan terduga pelaku ditangkap dalam penggerebekan tersebut. Selain terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai, ayam aduan, dan lainnya. Sekitar 30-an orang yang ditangkap pada penggerebekan itu.

Baca Juga  Satpol PP Toraja Utara Mulai Tindaki Kendaraan yang Parkir Lama di Bahu Jalan

Puluhan terduga pelaku judi sabung ayam dan barang bukti itu selanjutnya dibawa ke Mapolres Toraja Utara di Panga, Kecamatan Tondon. Namun hanya sebentar di sana, mereka diangkut dengan dua unit bus menuju ke Mapolda Sulsel. (*)

Penulis: AP Lino
Editor: Arthur

Komentar