SPPBE di Tana Toraja Mulai Operasi, Warga Sekitar Harap Solusi soal Banjir Kiriman dari Perusahaan
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Peresmian SPPBE milik PT Minanga Jaya Abadi di Karangan Lembang Buntu Limbong Kec Gandangbatu Sillanan Tana Toraja. (Foto: Arsyad/Karebatoraja)
KAREBA-TORAJA.COM, GANDANGBATU SILLANAN — Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) milik PT Minanga Jaya Abadi yang berlokasi di Jalan Poros Makale – Salubarani KM 25, Karangan Lembang Buntu Limbong, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, mulai beroperasi Senin 19 Januari 2026.
Pengoperasian SPPBE PT Minanga Jaya Abadi ditandai dengan acara peresmian yang digelar pada hari yang sama.
Kegiatan peresmian dihadiri Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, Dandim 1414 Tana Toraja, Wakapolres Tana Toraja, Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina, CEO Gasing Group yang menaungi PT Minanga Jaya Abadi, Direktur PT Minanga Jaya Abadi, Sejumlah Anggota DPRD Tana Toraja, Sejumlah Kepala OPD, Camat Gandangbatu Sillanan, Kepala Lembang Buntu Limbong, Istri dan Keluarga Besar Alm. H. Yunus Kadir serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya CEO Gasing Group Ir. Yunan Yunus Kadir mengatakan hadirnya SPPBE PT Minanga Jaya Abadi diharapkan dapat menjawab masalah kelangkaan dan kenaikan harga Gas Elpiji 3 kg.
Yunan juga berharap SPPBE yang dibangun ini bisa memberikan efek domino bagi masyarakat terutama dalam peningkatan ekonomi dan mendukung program Pemerintah Pusat yakni mendorong ketahan nasional.
SPPBE PT Minanga Jaya Abadi kedepannya akan melayani 7 agen elpiji 3 kg di Tana Toraja dan Toraja.
Sementara itu Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas beroperasinya SPPBE PT Minanga Jaya Abadi.
Zadrak mengatakan kehadiran SPPBE ini adalah bukti Pemerintah Daerah terbuka bagi semua pihak yang mau berinvestasi selama mengikuti aturan yang telah diatur.
Zadrak berharap dengan hadirnya SPPBE ini, bisa menjawab masalah kelangkaan Gas Elpiji dan harga yang tinggi.
Masyarakat Berharap Solusi dampak Lingkungan dari Perusahaan
Meski sudah beroperasi dan diharapkan memberikan manfaat yang besar namun pembangunan SPPBE PT Minanga Jaya Abadi masih menyisakan masalah dengan masyarakat sekitar.
Pembangunan SPPBE yang berada ditengah perkampungan dan berada ditempat yang lebih tinggi dari rumah rumah warga mengakibatkan air kiriman pada saat hujan dari area SPPBE masuk ke beberapa rumah warga yang ada di sekitar SPPBE.
Pembangunan SPPBE yang semuanya di beton membuat air hujan tidak lagi meresap kedalam tanah dan mengalir ke daerah yang lebih rendah.
Besarnya debit air dari area SPPBE pada musim hujan ini tidak dapat ditampung oleh drainase jalan nasional membuat jalan poros Makale – Salubarani tergenang air dan masuk ke rumah warga sekitar.
Persoalan ini sudah sering dikeluhkan masyarakat sekitar namun hingga SPPBE beroperasi, masalah tersebut belum juga mendapatkan solusi.
Eliazer salah salah satu warga yang terdampak banjir kiriman dari SPPBE berharap pengelola segera mencari solusi terkait masalah tersebut.
“Setiap hujan deras pasti banjir dan sampai sekarang tidak ada solusi dari pihak Perusahaan” sesal Eliazer (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar