Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sulsel » Sosialisasi Perda, JRM: Desa adalah Ujung Tombak Penopang Kebutuhan Pangan

Sosialisasi Perda, JRM: Desa adalah Ujung Tombak Penopang Kebutuhan Pangan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 14 Feb 2021
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, John Rende Mangontan melaksanakan sosialisasi dan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Sulawesi Selatan Nomor 9 tahun 2019 tentang Pembangunan Pedesaan di Lembang (Desa) Marinding, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Sabtu, 13 Februari 2021.

Dalam pemaparannya di hadapan ratusan masyarakat yang hadir, JRM, begitu John Rende Mangontan biasa disapa, mengatakan makna dari Undang-Undang atau Perda Desa, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten adalah pemerintah menyadari bahwa Desa adalah ujung tombak dalam menopang kebutuhan pangan untuk kelangsungan hidup kita.

“Sehingga pemerintah benar-benar konsen dalam mendorong percepatan pembangunan perdesaan. Salah satunya adalaha dengan menyiapkan struktur pemerintahan yang kuat sesuai peraturan-peraturan yang ada. Itu sebabnya, kami sebagai anggota DPRD Provinsi setiap saat turun ke Dapil kami untuk melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah,” terangnya.

Politisi Partai Golkar ini menyatakan bahwa Lembang (Desa) Marinding dipilih sebagai tempat melaksanakan sosialisasi Perda dan mengangkat topik tentang Percepatan Pembangunan Perdesaan dengan alasan bahwa Marinding adalah Lembang/Desa yang masih tertinggal padahal ke depan bisa menjadi Desa Penyangga untuk Bandara Toraja.

“Oleh karena itu, ke depan bisa kita usulkan ruas jalan strategis dari Toraja Utara ke Makula (Sangalla’) kemudian masuk ke Kelurahan Lemo, lalu Lembang Marinding dan tembus ke Ge’tengan terus ke Bandara Toraja,” urai JRM.

Alasan kedua, Lembang Marinding memiliki potensi alam yang luar biasa, karena terletak didaerah ketinggian dan memiliki destinasi negeri di atas awan serta beberapa objek wisata adat, dan sejarah lainnya.

“Berikut, Lembang Marinding ini memiliki tanah yang subur sebagai lahan pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” katanya.

Sayangnya, ujar dia lebih lanjut, kondisi infrastruktur yang kurang memadai dan belum terencana dengan baik. “Sehingga kehadiran kami, selain menyampaikan tentang Perda Perdesaan, juga memberikan pemahaman tentang konsep pembangunan yang benar,” terangnya.

Dia memberi contoh, seharusnya pemerintah lembang mengidentifikasi baik seluruh potensi yang dimiliki untuk disampaikan dalam Musrembang sehingga pemerintah mengetahui tentang potensi yang dimiliki masing-masing lembang untuk didesain sebagai perencanaan yang maksimal dan disesuaikan dengan visi misi Bupati, serta arah kebijakan pusat dan provinsi.

“Sehingga bisa selaras dalam perencanaan nantinya dan pembangunan akan terarah serta berkesinambungan,” katanya.

Menurut JRM, bila hal ini bisa dilakukan maka tidak menutup kemungkinan Lembang Marinding akan mencapai pembangunan yang pesat dan dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat. “Karena jelas arah pembangunannya dan didorong dengan kekuatan di sekitarnya, yakni Bandar Udara,” pungkas JRM.

Meski banyak orang yang hadir dalam sosialisasi Perda ini, namun tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OPINI: Ketika Benteng Terakhir Mulai Retak; Toraja di Persimpangan Identitas, Iman, dan Modernitas

    OPINI: Ketika Benteng Terakhir Mulai Retak; Toraja di Persimpangan Identitas, Iman, dan Modernitas

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Fransiskus Allo (Dewan Pakar Pemuda Katolik Komcab Tana Toraja, Pemerhati Toraja) TORAJA bukanlah masyarakat yang rapuh oleh sejarah. Ia pernah menghadapi dua gelombang besar penaklukan: invasi politik-militer Kerajaan Bone dan invasi ideologis-militer pada masa DITII. Keduanya meninggalkan luka, tetapi tidak memusnahkan identitas Toraja. Namun hari ini, Toraja menghadapi ancaman yang justru lebih berbahaya: penaklukan […]

  • Menyelam dan Temukan Jenazah Mahasiswa UKI Toraja, Briptu Frans Roy Dapat Penghargaan dari Kapolres

    Menyelam dan Temukan Jenazah Mahasiswa UKI Toraja, Briptu Frans Roy Dapat Penghargaan dari Kapolres

    • calendar_month Sel, 2 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Anggota Polri yang bertugas pada unit Tindak Pidana Umum Satuan Reskrim Polres Tana Toraja, Briptu Frans Roy, mendapat penghargaan khusus dari Kapolres Tana Toraja, AKBP Juara Silalahi. Penghargaan diberikan pada Senin, 1 Agustus 2022 itu merupakan apresiasi dari pimpinan Polres Tana Toraja atas dedikasi dan pengorbanan Briptu Frans Roy yang berhasil menemukan korban […]

  • Tanpa Dukungan Pemda, Anita Patanduk Harumkan Toraja Utara di Ajang Pemilihan Putri Pariwisata Sulsel

    Tanpa Dukungan Pemda, Anita Patanduk Harumkan Toraja Utara di Ajang Pemilihan Putri Pariwisata Sulsel

    • calendar_month Sab, 31 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Anita Patanduk, remaja kelahiran Ujung Pandang, 17 September 1998 asal Alang-alang Sangpolo Bungin, Lembang Salu Sopai berhasil mengharumkan Toraja Utara di ajang Pemilihan Putri Pariwisata Sulawesi Selatan tahun 2021. Mahasiswi Kedokteran dari Changsha Medical University China ini keluar sebagai Runner Up II Kategori Remaja pada ajang Pemilihan Putri Pariwisata Sulsel sekaligus terpilih […]

  • PT Pegadaian Serahkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor di Tana Toraja

    PT Pegadaian Serahkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor di Tana Toraja

    • calendar_month Rab, 24 Apr 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — PT Pegadaian sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki tanggungjawab sosial dan lingkungan ikut ambil bagian dalam penanganan korban tanah longsor yang terjadi di dua titik di Tana Toraja yakni di Palangka Kecamatan Makale dan Randanbatu Kecamatan Makale Selatan, 13 April 2024 lalu yang menelan korban jiwa 20 orang. […]

  • Acara Nasional Kongres GMKI Ke-38 di Tana Toraja Libatkan Semua Denominasi Agama

    Acara Nasional Kongres GMKI Ke-38 di Tana Toraja Libatkan Semua Denominasi Agama

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE —Hajatan nasional kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke-38 siap digelar di Tana Toraja 22 – 30 November 2022. Dalam konfrensi pers yang digelar Sabtu, 19 November 2022 di Gedung Tammuan Mali Makale, Panitia Kongres mengaku persiapan pelaksanaan kegiatan sudah mencapai 80 persen. Tak hanya melibatkan kader GMKI, namun kepanitiaan kongres melibatkan semua […]

  • Begini Respon Pemerintah Terkait Kasus Positif Demam Afrika pada Babi di Tana Toraja

    Begini Respon Pemerintah Terkait Kasus Positif Demam Afrika pada Babi di Tana Toraja

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menindaklanjuti hasil investigasi dan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner Maros (BBVet Maros) dari sampel ternak babi dari wilayah Tana Toraja, dinyatakan positif terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau Demam Afrika. Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung langsung Surat Edaran Nomor 107/VI/2023/Setda tanggal 3 Juni 2023 yang ditujukan […]

expand_less