PGIW Sulselra Dukung BPS Gereja Toraja dalam Upaya Memberantas Judi dan Penyakit Sosial Lainnya
- account_circle Desianti/Rls
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI Wilayah Sulselra. (Foto: dok. istimewah/Des).
KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara (PGIW Sulselra) menyatakan mendukung penuh sikap tegas yang dilakukan oleh Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dalam menyikapi praktek kontes kerbau yang disertai perjudian, serta sejumlah penyakit sosial lainnya, seperti narkoba.
Pernyataan dukungan itu disampaikan Majelis Pekerja Harian (MPH) PGIW Sulselra melalui surat pernyataan sikap tertulis yang diterima Redaksi kareba-toraja.com, Kamis, 19 Maret 2026.
Penyataan sikap ini muncul sehari setelah aksi unjuk rasa ratusan anggota komunitas pencinta tedong silaga di kantor pusat BPS Gereja Toraja (Tongkonan Sangulele) Rantepao, Rabu, 18 Maret 2026.
“Dengan mencermati perkembangan yang terjadi ditengah masyarakat Toraja terkait maraknya praktek kontes kerbau petarung, yang disertai perjudian, serta memperhatikan perjuangan pelayanan BPS Gereja Toraja, kami menyatakan dukungan penuh dan sikap yang tegas terhadap langkah profetis Gereja Toraja dalam menyuarakan keprihatinan moral dan sosial atas fenomena tersebut,” demikian bunyi surat pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua MPH PGIW Sulselra, Pdt. Yohanis Metris dan Sekretarisnya, Pdt. Alexander Thomas.
Lebih lanjut, MPH PGIW Sulselra memperhatikan seruan-seruan BPS Gereja Toraja, yang disampaikan kepada penegak hukum bahwa kontes kerbau petarung yang berkembang selama ini telah melampaui batas nilai budaya dan berubah menjadi arena perjudian yang merusak kehidupan masyarakat. Fenomena ini dirasa bahwa telah menimbulkan dampak sosial yang sangat memprihatinkan. Salah satu diantaranya bahwa menarik keterlibatan serta perhatian anak-anak sekolah dan generasi muda, bahkan pada jam-jam sekolah, dan menumbuhkan mentalitas perjudian dan keuntungan instan yang bertentangan dengan nilai kerja keras, tanggung jawab dan integritas. Keadaan ini merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda Toraja, ketika anak-anak dan remaja mulai terbiasa dengan budaya perjudian, maka yang sedang dipertaruhkan bukan hanya sekedar uang tetapi masa depan moral dan karakter generasi.
Oleh karena itu, dengan penuh tanggung jawab moral dan iman, PGIW Sulselra menyatakan:
- Mendukung secara penuh dan tanpa ragu sikap BPS Gereja Toraja yang menyerukan penertiban dan penghentikan praktik kontes kerbau petarung yang disertai perjudian;
- Mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas, terukur dan konsisten dalam menertibkan praktik perjudian yang terjadi di arena kerbau petarung;
- Mengajak seluruh warga Gereja Anngota PGIW Sulselra untuk tidak terlibat dalam praktik perjudian dalam bentuk apapun yang merusak kehidupan sosial dan generasi;
- Menyerukan kepada tokoh-tokoh agama, tokoh pendidik dan pemimpin masyarakat untuk bersama-sama menjaga kemurnian nilai budaya Toraja agar tidak diselewengkan oleh praktik yang merusak;
- Menghimbau para orang tua dan lembaga pendidikan untuk memberikan perhatian seius terhgadap anak-anak dan generasi muda agar tidak terseret dalam lingkungan perjudian tersebut.
“Demikian pernyataan sikap dan dukungan kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan iman bagi kehidupan masyarakat. Kiranya Tuhan menolong kita semua,” tegas Pdt. Yohanis Metris. (*)
- Penulis: Desianti/Rls
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar