Penyadap Getah Pinus Tewas Tertimpa Pohon di Balepe’, Tana Toraja
- account_circle Cr1/NDL
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Dahrun (30), seorang buruh penyadap getah pinus di Lembang Balepe’, Kecamatan Malimbong Balepe’, Tana Toraja, tewas tertimpa pohon tumbang, Sabtu, 15 Maret 2026. (Foto: dok. istimewah/NTL).
KAREBA-TORAJA.COM, MALIMBONG BALEPE’ — Dahrun (30), seorang buruh penyadap getah pinus di kawasan PT. Kencana Hijau Bina Lestari (KHBL), Lembang Balepe’, Kecamatan Malimbong Balepe’, Tana Toraja, tewas tertimpa pohon tumbang, Sabtu, 15 Maret 2026.
Kapolsek Saluputti, IPTU Agus Lallo, menjelaskan kejadian tersebut akibat angin kencang yang melanda daerah sekitar kejadian pada Sabtu, 15 Maret 2026 sore.
“Itu bencana alam. Angin kencang kemarin itu kan, akhirnya pohon pinus itu tumbang, akhirnya mengena gubuk karyawan yang kerjanya tiap hari menyadap getah pinus,” jelas Agus Lallo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu, 16 Maret 2026.
Selain Dahrun, seorang rekan kerjanya juga mengalami luka di kepala dan pelipis dan saat ini sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Fatimah Makale.
Korban Dahrun merupakan pekerja asal Jawa Tengah dan saat ini jenazahnya telah dipulangkan ke daerah asalnya oleh pihak PT. Kencana Hinau Bina Lestari.
“Pihak perusahaan sudah ikut evakuasi dan tadi malam itu dia kirim mayatnya ke Jawa. Rata-rata pekerja dari Jawa yang kerja di sana. Jadi pihak perusahaan itu yang mengirim mayat untuk pulang ke Jawa,” jelas IPTU Agus Lallo.
Sementara itu, melalui pesan WhatsApp, pihak PT. Kencana Hijau Bina Lestari, mengonfirmasi bahwa korban yang meninggal dunia merupakan pekerja dari mitra kerjanya atau rekanan PT. Kencana Hijau Bina Lestari (KHBL).
Keterlibatannya dalam proses evakuasi dan pengurusan mayat merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan.
“Dapat kami sampaikan bahwa korban yang meninggal dunia merupakan pekerja dari Bapak Turman yang merupakan mitra kerja/rekanan KHBL, dan bukan karyawan atau pekerja KHBL,” jelas Alvon selaku penanggung jawab KHBL melalui pesan WhatsApp, Senin, 16 Maret 2026.
“Dalam hal ini KHBL hadir sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan dengan membantu proses penanganan agar dapat segera dilakukan dengan baik,”sambungnya. (*)
- Penulis: Cr1/NDL
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar