Maret 2023, 110 Tahun Injil Masuk Toraja Dirayakan, Berikut 10 Agenda Utamanya
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jum, 30 Des 2022

Ketua Umum BPS Gereja Toraja dan Panitia 110 Tahun Injil Masuk Toraja (IMT) menggelar konferensi pers terkait pelaksanaan kegiatan perayaan 110 Tahun Injil Masuk Toraja tahun 2023 mendatang. (AP/Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Maret 2023 mendatang, masuknya karya Injil di Toraja sudah genap 110 tahun. 110 Tahun Injil Masuk Toraja (IMT) ini akan dirayakan secara besar-besaran setelah terakhir kali dirayakan pada 2013 lalu atau 10 tahun lalu.
Hal ini disampaikan Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Alfred Anggui bersama panitia 110 tahun IMT dalam konferensi pers di Tongkonan Sangulele Kantor Pusat BPS Gereja Toraja Rantepao, Jumat, 30 Desember 2022.
Perayaan 110 tahun IMT akan mengambil tema “Injil Memulihkan dan Meneguhkan Untuk Menjadi Terang” (Yesaya.58:8)
Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt. Alfred Anggui mengatakan berdasarkan kesepakatan bahwa perayaan secara besar-besaran Injil Masuk Toraja (IMT) akan dilakukan setiap 10 tahun sehingga maret tahun depan bertepatan dengan 10 tahun perayaan yang dilakukan sebelumnya yakni 2013.
Pdt. Alfred Anggui menyebut perayaan 110 tahun IMT ini tidak hanya melibatkan warga Gereja Toraja tapi akan melibatkan seluruh warga Toraja dan lintas generasi dimanapun berada.
“Kegiatan nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti kegiatan sosial, lomba, ibadah bersama yang tentu tujuannya adalah mengingatkan masyarakat bahwa Gereja harus selalu ada di tengah masyarakat dan perayaan ini harus juga berdampak bagi seluruh warga Toraja,” urai Pdt Alfred Anggui.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia 110 IMT, Djekson Mari menyampaikan ada 10 Kegiatan utama yang akan mengisi perayaan 110 tahun IMT.
10 agenda utama itu, diantaranya Ibadah Raya I, pekabaran Injil, Peningkatan Pendidikan dan kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, bedah rumah sebanyak 110 rumah warga yang tidak mampu yang ada di Toraja kerjasama dengan UKI Toraja dan Kodim 1414 Tana Toraja, dan renovasi makam misionaris Antonie Aris van de Loosdrecht, beberapa sekolah serta gereja.
Kemudian, ada juga kegiatan pemugaran objek wisatan Salib di Buntu Singki’ Rantepao, Lomba kreatifitas Generasi Muda dan Pameran UMKM melibatkan Kaum Difabel dan perayaan 110 tahun IMT akan ditutup dengan Ibadah Raya II.
“10 kegiatan utama ini akan dilaksanakan mulai 09 Maret – 18 Maret 2023 dan akan dilaksanakan di dua tempat, yakni di Makale dan Rantepao,” terang Djekson.
“Untuk puncak acaranya akan dilaksanakan di Halaman Tongkonan Sangulele Kantor Pusat BPS Gereja Toraja di Rantepao,” ujar Djekson lebih lanjut.
Selain Ketua BPS Pdt. Alfred anggui dan Ketua Umum Panitia 110 tahun IMT Djekson Mari, konferensi pers persiapan pelaksanaan 110 tahun IMT juga dihadiri Ketua Harian Pdt. Syukur Matasak, M.Th, Sekretaris BPS Wilayah III Pdt. Okiwenty Kombong,M.Th, Ketua BPS wilayah II Pdt. Simon Palamba’ dan dipandu moderator Moderator Pdt. Sufriadi Mei Suhendra,M.Th. (*)
Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur
- Penulis: Redaksi
Saat ini belum ada komentar