oleh

Juara di Provinsi, Dua Siswa SMAN 2 Toraja Utara Ini Ikut FLS2N Tingkat Nasional

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Prestasi gemilang kembali dicetak siswa-siswi SMA Negeri 2 Toraja Utara. Terkini, dua siswanya, masing-masing Kevin Sarongallo dan Defliansi Nintias, menjuarai Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021.

Kategari yang dimenangkan Kevin Sarongallo dan Defliansi Nintias adalah Film Pendek. Film pendek berjudul “Masker Siap Siaga” karya kedua siswa ini menjadi jawara FLS2N tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021.

Dengan begitu, kedua siswa ini akan mewakili Sulawesi Selatan di ajang FLS2N tingkat Nasional yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pengumuman juara FLS2N tingkat Provinsi Sulsel ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

Baca Juga  Film Dokumenter “Tallulolona” Karya Siswa SMAN 2 Toraja Utara Masuk Final FFD 2021

“Selamat dan sukses kepada Kevin Sarongallo dan Defliansi Nintias yang telah lolos seleksi dan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional, jenjang SMA/MA,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Muhammad Jufri, MSi, MPsi, Psikolog.

Kepala SMAN 2 Toraja Utara, Julius Lamma Bangke, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dia juga mengucapkan selamat serta memberikan semangat agar kedua siswa ini bisa juara di tingkat nasional.

“Prestasi lagi di 2021, mewakili Provinsi Sulsel pada FLS2N tingkat nasional. Tuhan memberkati Delfi dan Kevin. Tidak sia-sia kerja keras,” kata Julius.

Sementara itu, guru pembimbing kedua siswa, Markus Dulang, S.Pd, MBA mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pembuatan film yang akan diikutkan di FLS2N tingkat nasional.

Baca Juga  Film Dokumenter “Tallulolona” Karya Siswa SMAN 2 Toraja Utara Masuk Final FFD 2021

Markus mengatakan, kategori film pendek kerjanya lebih keras dibanding kategori lain. Karena di kategori ini, siswa harus mempersiapkan ide, skenario, talen (pemeran), lokasi, kameramen, hingga editing.

Untuk itu, Markus berharap, semua pihak mendukung mereka, termasuk pemerintah Kabupaten Toraja Utara. “Andai saja ada bantuan dana dari Pemda, karena film itu sungguh membutuhkan energi, waktu, dan pemikiran yang lebih dalam,” pinta Markus. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya