Bangun Alun-alun, Pedagang di Art Centre Rantepao Direlokasi

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara akan melakukan revitalisasi kawasan Pertokoan Lama dan Art Centre Rantepao menjadi Alun-alun Kota Rantepao.

Pembangunan Alun-alun Kota Rantepao ini akan dilaksanakan tahun 2022 ini.

Untuk memuluskan langkah tersebut, lapak-lapak milik pedagang di Pasar Sore Rantepao, akan direlokasi.

“Kalau soal relokasi pedagang sebenarnya bukan domain kami. Tapi ini proyek kan kerja sama beberapa dinas, termasuk Dinas Perdagangan serta Bapenda. Tapi teman-teman dari Dinas Perdagangan dan Bapenda sedang melihat kemungkinan lokasi relokasi di Pasar Bolu dan Pasar Pagi Rantepao,” ungkap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Lingkungan Hidup, dan Pertanahan Toraja Utara, Robianta Popang, Senin, 20 Juni 2022.

Baca Juga  Begini Cara Komunitas Lari Toraja Mempererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan

Robi mengatakan, saat ini, pemerintah tengah menghitung jumlah pedagang yang memiliki lapak di Pasar Sore dan berapa biaya relokasinya.

Selain, lapak pedagang, untuk keperluan pembangunan Alun-alun Kota Rantepao, pemerintah juga akan membongkar sejumlah bangunan yang ada di komplek Art Centre Rantepao saat ini.

Bangunan yang akan dibongkar, diantaranya gedung Art Centre, Kantor Camat Rantepao, Kantor Kelurahan Penanian, dan sejumlah bangunan milik pemerintah lainnya.

“Bangunan yang tetap ada di dalam Alun-alun adalah Museum, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, serta Monumen Pongtiku,” tutur Robi lebih lanjut.

Di dalam kawasan Alun-alun Kota Rantepao, juga akan dibangun gedung perpustakaan moderen, sama seperti yang sudah terbangun di Makale, Tana Toraja.

Baca Juga  Pemuda Kerukunan Keluarga Toraja Bahu Kleak Malalayang Sambut 218 Anggota Baru

“Kalau Gedung Perpustakaan Moderen rencananya dibangun di selatan, berhadapan Jalan Landorundun,” jelas Robi.

Menurut Robi, konsep Alun-alun Kota Rantepao adalah kawasan terbuka hijau, taman keluarga, taman bermain anak, dan tempat parkir. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

Komentar