Dua Rumah Warga di Ba’lele Ludes Terbakar, 8 Ekor Babi Ikut Terpanggang
- account_circle Desianti
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dua unit rumah milik warga di Ba'lele, Rantepao, ludes terbakar, Rabu, 14 Oktober 2026. (Foto: dok. istimewah/AL).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kebakaran hebat terjadi di Ba’lele, Kelurahan Mentiro Tiku, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Rabu, 14 Oktober 2026 sore.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.30 Wita itu menghanguskan dua unit rumah milik warga. Selain itu, sejumlah harta benda tidak bisa diselamatkan, termasuk 8 ekor ternak babi, yang ikut terpanggang.
Agus L, warga setempat, menyebutkan saat terjadi kebakaran, kedua rumah tersebut dalam keadaan kosong, ditinggal penghuninya bekerja dan sekolah.
Agus mengatakan, selain dua unit rumah, sejumlah barang ikut terbakar. Diantaranya, dua unit sepeda motor, satu unit sepeda motor listrik, serta sejumlah barang lainnya.
“Termasuk babinya di kandang kasihan, tidak bisa lari, mati terpanggang. Ada 9 ekor babinya, satu berhasil kabur, sedangkan 8 lainnya, mati,” ungkap Agus.
Dua unit rumah yang terbakar tersebut, masing-masing milik Nikodemus Payung dan Setiawan Talebong. Akibat kebakaran tersebut, 13 orang warga yang tinggal di rumah itu kehilangan tempat tinggal.
Agus menyatakan, api berhasil diisolasi setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Toraja Utara tiba di lokasi dan melakukan pemadaman.
“Yang kami khawatirkan jangan sampai apinya menjalar ke bukit di atas. Sebelum pemadam datang, warga di sini, berupaya memadamkan api meski dengan peralatan seadanya,” terang Agus.
Dugaan sementara penyebab kebakaran, menurut Agus, diduga karena hubungan pendek arus listrik (korsleting). Namun, Agus menyatakan hal itu baru dugaan, untuk memastikannya, menunggu penyelidikan pihak berwenang.
Dampak kebakaran tersebut, pemilik rumah menderita kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (*)
- Penulis: Desianti
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar