oleh

Rambu Solo’ Klaster Penyumbang Terbesar Kasus Positif Covid-19 di Toraja Utara

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Tidak salah jika banyak masyarakat yang meminta pemerintah agar segera menghentikan sementara izin pelaksanaan upacara pemakaman (Rambu Solo’) dan syukuran (Rambu Tuka) di Toraja Utara.

Faktanya, berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Toraja Utara, Rambu Solo’ merupakan penyumbang terbesar kasus positif Covid-19 di Kabupaten Toraja Utara selama bulan Juni dan Juli 2021.

“Jadi menurut analisa kami, dari 228 kasus, sebanyak 138 (60,5%) itu terpaparnya di acara Rambu Solo’, kemudian yang menempati posisi kedua adalah klaster rumah tangga,” ungkap Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Toraja Utara, dr Remen Taula’bi, pada rapat evaluasi penanganan Covid-19 di ruang rapat lantai 2 Kantor Bupati Toraja Utara, Senin, 19 juli 2021.

Baca Juga  Bupati Toraja Utara Dapat Penghargaan Maturitas SPIP Level 3 dari BPKP

Selain soal kluster yang paling banyak menyumbang kasus, dr Remen juga menyebut bahwa ada 6 kasus positif balita usia 0-5 tahun di Toraja Utara. “Ini kasus baru. Sebelumnya hanya orang dewasa saja dengan lansia yang kena, sekarang anak-anak kita juga sudah kena,” katanya.

KASUS BARU TERUS MENINGKAT

Penularan virus Corona di Kabupaten Toraja Utara dalam sepekan terakhir seperti tak terkendali. Tiap hari kasusnya naik terus, sementara tingkat kesembuhan hanya berubah sedikit.

Terkini, data tanggal 18 Juli 2021, terdapat 228 kasus aktif baru. Penambahan kasus harian sebanyak 37. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit sebanyak 46 orang.

Kemudian, tanggal 19 Juli 2021, jumlah kasus aktif baru naik lagi menjadi 251 atau terjadi penambahan selama satu hari sebanyak 35 kasus. Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit juga bertambah satu, menjadi 47 orang.

Baca Juga  Ini Hasil Lengkap Pemilihan Kepala Lembang di Toraja Utara Tahun 2021

Meski jumlah kasus positif baru terus bertambah puluhan setiap hari, namun pemerintah Kabupaten Toraja Utara masih memberikan izin pelaksanaan Rambu Solo’ hingga tanggal 22 Juli 2021. Menuru Surat Edaran terbaru Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang tertanggal 19 Juli 2021, penghentian sementara upacara Rambu Solo’ dan Rambu Tuka mulai berlaku tanggal 23 Juli 2021. (*)

Penulis: Papa Rey
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya