70 Siswa SMAN 3 Toraja Utara Diduga Keracunan Menu MBG
- account_circle CR2/ IP
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kondisi Puskesmas Rante Pangli saat merawat pasien diduga keracunan menu MBG. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, SESEAN — Sebanyak 70 siswa dan satu staf SMA Negeri 3 Toraja Utara dilarikan ke Puskesmas Rante Pangli setelah mengalami gejala keracunan seperti sakit perut dan mual, Kamis 08 Oktober 2026.
Gejala sakit perut yang dirasakan oleh puluhan siswa ini diduga akibat mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SMA Negeri 3 Toraja Utara, Lukas Tandi Badong yang dikonfirmasi membenarkan sekitar 70 siswanya mengalami gejala sakit perut.
Meski begitu, Lukas belum bisa memastikan apakah hal tersebut karena keracunan atau bukan, ia juga masih melakukan konfirmasi terkait kondisi siswa yang sempat bermalam menjalani perawatan di Puskesmas.
“Ada kemarin sakit perut, itu sudah kita bawa ke puskesmas sampai sekarang ada 70 siswa dan satu staf kita” kata Lukas
Lukas menjelaskan, keluhan yang dialami para siswa dan staf berupa sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG yang disediakan pada hari kejadian. Menu tersebut terdiri atas nasi, ayam, sayur, kacang panjang, pare, dan buah melon.
Lukas menyebut menu MBG di SMAN 3 Toraja Utara sendiri disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palawa.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Torut, Salvius Pasang selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Toraja Utara yang dikonfirmasi mengatakan sampel makanan yang dikonsumsi para siswa dan staf telah dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar untuk menjalani pengujian laboratorium.
Salvius mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, masih ada satu siswa yang berada di Puskesmas. Namun, ia belum dapat memastikan apakah keluhan kesehatan tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.
Salvius juga menyebut SPPG Palawa melayani 14 sekolah dengan jumlah penerima manfaat 2.000 siswa. (*)
- Penulis: CR2/ IP
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar