Terbaru: Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG di Tana Toraja 190, 3 Masih Rawat Inap
- account_circle CR/IP
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg mengecek kondisi siswa yang diduga keracunan yang dirawat di RSUD Lakipadada. (Foto: Arsyad)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja merilis data terbaru rincian jumlah korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja yang terjadi pada Kamis 03 September 2026.
Hingga Selasa 08 September 2026 pukul 14:00 Wita, total jumlah korban yang menjalani perawatan yakni 190 Pasien.
190 pasien tersebut dirawat di RSUD Lakipadada sebanyak 85 pasien, RS Sinar Kasih Toraja 52 pasien, RS Fatima 34 pasien, Puskesmas Batusura 1 pasien, Puskesmas Rembon 3 pasien dan Puskesmas Makale 15 pasien.
Dari 190 pasien tersebut, Dinas kesehatan mencatat terjadi kunjungan sebanyak 196 ke Fasilitas Kesehatan dikarenakan 2 pasien yang dirawat di RSUD Lakipadada masuk kembali dengan status rawat inap, 2 pasien dari RS Sinar Kasih masuk kembali ke RS Fatima status rawat inap dan 1 pasien RS Fatima masuk kembali dengan status rawat inap.
Dari total 190 pasien 3 diantaranya masih menjalani rawat inal yakni 2 pasien rawat inap di RSUD Lakipadada sementara 1 pasien rawat inap di RS Fatima.
Diberitakan sebelumnya, pada tanggal 03 September 2026, ratusan siswa dari 2 sekolah di Tana Toraja yakni SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale dilarikan ke sejumlah rumah sakit karena mengalami gejala gangguan pencernaan.
Dari keterangan siswa yang menjadi korban, sehari sebelumnya mereka menyantap menu MBG yang dibagikan di Sekolah.
Namun dari menu MBG tersebut siswa menyebut sudah merasakan kelainan pada rasa dan tekstur makanan yang tak seperti biasanya.
Menu MBG ini kemudian yang diduga menjadi penyebab terjadinya gangguan pencernaan ratusan siswa di dua sekolah tersebut.
Dinas Kesehatan dan Polres Tana Toraja telah mengambil sampel terhadap makanan muntahan dan kotoran korban untuk di uji di BPOM Makassar namun hingga hari ini hasilnya belum keluar. (*)
- Penulis: CR/IP
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar