Orang Terakhir di Sekolah yang Periksa Makanan Sebelum Dimakan Siswa Tidak Pernah Ikut Pelatihan
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Rapat Dengar Pendapat DPRD Tana Toraja terkait Dugaan Keracunan Menu MBG di Tana Toraja. (Foto: Arsyad)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sejumlah fakta terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Tana Toraja terkait kejadian keracunan ratusan siswa di Tana Toraja.
RDP yang digelar Jumat 04 September 2026 di ruang rapat paripurna DPRD Tana Toraja tersebut menghadirkan Pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi dan jajarannya, Mitra dan SPPG Makale Batutupan 1, Orangtua siswa, pihak sekolah terdampak dan Pemda dan Satgas MBG.
Dalam RDP tersebut, salah satu pihak yang dimintai penjelasan adalah PIC MBG di sekolah sebagai orang terakhir yang harus mengecek makanan sebelum dbagikan ke siswa.
PIC (Person in Charge) adalah Petugas yang bertanggung jawab di sekolah terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tugas Utama PIC MBG di Sekolah adalah:
- Mengecek Kualitas Makanan: Memastikan makanan dari dapur SPPG aman, layak konsumsi, higienis, dan sesuai standar gizi sebelum dibagikan ke siswa.
- Mengatur Distribusi: Mengelola pembagian porsi makanan secara adil dan tepat waktu kepada seluruh peserta didik.
- Pendampingan Makan: Mengawasi siswa saat makan, serta membiasakan perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan dan berdoa bersama.
- Koordinasi dan Laporan: Menjadi jembatan komunikasi dengan vendor atau pihak dapur SPPG serta melaporkan pelaksanaan harian.
- Pengawasan Jatah Guru: Memastikan guru dan tenaga kependidikan di sekolah juga mendapatkan jatah paket MBG sesuai ketentuan
Dalam keterangannya, PIC MBG yang ditugaskan di SMPN 1 Tan Toraja Christian mengatakan dirinya hanya menjalankan tugas mulai dari menerima paket MBG, menghitung jumlah, melihat jenis menu apa sudah sesuai dengan list yang tertulis, mencium aromanya lalu mencicipi dan jika layak, lalu dibagikan ke siswa.
Saat ditanya peserta forum apaka saat itu makanannya layak dikonsumsi, Christian menjawab makanannya layak.
Meski begitu, Kepala SMPN 1 Tana Toraja Yohanis Pakiding mengatakan selama Christian ditunjuk menjadi PIC MBG, Christian belum pernah mendapatkan pelatihan terkait tugasnya tersebut.
“PIC tidak pernah dilatih sehingga dalam menilai makanan apaka layak dimakan atau tidak hanya berdasarkan apa yang iya rasakan” tutur Yohanis Pakiding.
Meski pihak sekolah mengatakan belum pernah ada pelatihan namun Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN) Tana Toraja Yospina Banne membantah hal tersebut.
Yospina Banne mengatakan selama ini Kepala SPPG dan Ahli Gizi sudah turun melakukan sosialisasi ke sekolah terkait bagaimana cara merasa, mencium bau dan menilai tekstur dan warna makanan yang layak konsumsi atau tidak.
Pernyataan PIC MBG juga berbanding terbalik dengan pernyataan siswa yang mengalami keracunan yang diwawancarai wartawan di rumah sakit.
Salah seorang siswa mengaku makanan yang diterima pada saat itu sudah memiliki rasa yang berbeda dari biasanya dan teksturnya berlendir. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar