Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Dua Tahun Hilang, Mita Ditemukan Tinggal Kerangka, Pelakunya Sopir Travel yang Juga Tetangganya

Dua Tahun Hilang, Mita Ditemukan Tinggal Kerangka, Pelakunya Sopir Travel yang Juga Tetangganya

  • account_circle Monika Rante Allo
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  • Proses hukum diserahkan ke Polres Morowali
  • Pelaku ambil uang dan barang berharga milik korban

KAREBA-TORAJA.COM, SENGKANG — Kepolisian Resor Wajo menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus hilangnya Paramita Titania Angelica alias Mita yang dilaporkan sejak 9 Agustus 2024. Konferensi pers itu dipimpin langsung Kapolres Wajo, AKBP Douglas Mahendrajaya, di Mapolres Wajo, Senin, 10 Agustus 2026.

“Konferensi persnya tadi siang. Untuk penanganan perkaranya dilimpahkan ke Polres Morowali, Polda Sulteng, mengingat locus tempusnya masuk wilayah hukum Polres Morowali,” ungkap Kasat Reskrim Polres Wajo, IPTU Fahrul, kepada Kareba-Toraja.com melalui pesan Whatsaap, Senin, 10 Agustus 2026 malam.

Dalam konferensi pers itu, Kapolres Wajo, AKBP Douglas Mahendrajaya menjelaskan bahwa setelah dilakukan penyelidikan selama kurang lebih dua tahun, polisi mengungkap Paramita Titania Angelica alias Mita telah meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan oleh sopir travel yang ditumpanginya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kasus ini bermula sejak Senin, 22 Juli 2024. Paramita Titania Angelica yang merupakan karyawati sebuah perusahaan di Morowali, berangkat dari kediamannya di Desa Bottodongga, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, menuju Morowali, Sulawesi Tengah. Dia menumpang mobil travel Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi DD 1725 XA yang dikemudikan seorang pria bernama Alber alias Latu (37). Saat itu, hanya ada Mita dan Alber di dalam kendaraan tersebut. Keesokan harinya, sekitar pukul 09.00 Wita, ibu korban sempat menghubungi Mita melalui telepon.

“Ibunya bertanya, sudah di mana, Nak?’ Kemudian korban menjawab, saya sudah dekat.’ Setelah itu tidak ada lagi komunikasi dan handphone korban sudah tidak aktif,” jelasnya AKBP Douglas.

Karena sudah tidak bisa dihubungi dan sudah dilakukan pencarian namun tak ditemukan, keluarga kemudian melaporkan hilanggnya Paramita Titania Angelica ke Polres Wajo pada 9 Agustus 2024.

Sejak laporan diterima, polisi melakukan pencarian secara intensif serta berkoordinasi dengan Polres Morowali.

Dalam proses penyelidikan, Satreskrim Polres Wajo mendapatkan sejumlah petunjuk yang mengarah kepada Alber sebagai orang terakhir yang bersama korban.

“Melalui serangkaian tindakan penyelidikan Resmob Polres Wajo yang dipimpin Kasat Reskrim, berhasil mengamankan saudara Alber di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat,” ungkap Douglas.

Dalam pemeriksaan, Alber mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap Mita.

“Menurut pengakuannya, tersangka memukul bagian belakang leher korban menggunakan kunci roda mobil sebanyak satu kali hingga korban meninggal dunia,” jelas Douglas.

Tersangka kemudian mengambil barang-barang milik korban berupa dua unit handphone Android dan sebuah dompet yang berisi kartu ATM BRI dan BNI.

Alber juga mengaku membuang kunci roda yang digunakan untuk memukul korban ke sungai.

Selain barang milik korban, tersangka mengaku mengambil uang yang berada di rekening Mita. Total uang yang diambil mencapai sekitar Rp 62.040.000.

Douglas menyebut, dugaan motif penganiayaan berawal dari rasa sakit hati tersangka terhadap korban. Alber mengaku tersinggung setelah mendengar korban mengeluarkan perkataan yang dianggap menghina pekerjaannya sebagai sopir. Selain itu, tersangka juga merasa sakit hati karena korban disebut kerap berkata kasar kepada adiknya.

Setelah kejadian, Alber disebut sempat melarikan diri ke Papua selama kurang lebih satu tahun. Tersangka kemudian kembali dan bersembunyi di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Lokasi persembunyian tersebut diketahui minim jaringan telekomunikasi dan hanya memiliki satu akses jalan masuk.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, lokasi dugaan tindak pidana pembunuhan tersebut berada di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Polisi sudah melakukan pencarian di lokasi yang dimaksud tersangka. Benar saja, di lokasi itu, ditemukan tengkorak dan kerangka manusia. Dari ciri-ciri yang ada pada kerangka tersebut diketahui merupakan tengkorak dan kerangka Paramita Titania Angelica.

“Karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polres Morowali, tersangka beserta barang bukti akan diserahkan kepada Polres Morowali Polda Sulawesi Tengah untuk proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Kasat Reskrim Polres Wajo, IPTU Fahrul.

Barang bukti yang diamankan antara lain pakaian dalam korban serta sejumlah perhiasan milik Mita berupa gelang, kalung, cincin dan anting.

Viral di Media Sosial

Kasus hilangnya Paramita Titania Angelica alias Mita ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, juga warganet. Selama kurun waktu dua tahun setelah dinyatakan hilang, banyak warganet dan pengguna media sosial yang terus mendorong dan melakukan pencarian.

Di linimasa media sosial warga Toraja, kasus ini juga terus mencuat ke permukaan. Banyak pengguna media sosial yang terus menyuarakan kasus ini. (*)

  • Penulis: Monika Rante Allo
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mayat Tak Utuh yang Ditemukan di Bonggakaradeng Diotopsi di RSUD Lakipadada

    Mayat Tak Utuh yang Ditemukan di Bonggakaradeng Diotopsi di RSUD Lakipadada

    • calendar_month Senin, 17 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kepolisian Sektor Bonggakaradeng dibantu Tim Inafis Polres Tana Toraja mengevakuasi mayat tampa kepala dan jari kaki yang ditemukn di aliran Sungai Sa’dan, tepatnya di Tambolang, Kelurahan Rette Batu, Kecamatan Bonggakaradeng, Tana Toraja, Minggu, 16 April 2023. Setelah dievakuasi, mayat laki-laki yang kondisinya tak utuh tersebut dibawa ke RSUD Lakipadada untuk dilakukan otopsi. […]

  • Aparat Kepolisian Diminta Tertibkan Anak Sekolah yang Berkeliaran di Sekitar Jalan Masuk Bandara Toraja

    Aparat Kepolisian Diminta Tertibkan Anak Sekolah yang Berkeliaran di Sekitar Jalan Masuk Bandara Toraja

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Lalu lintas di jalan masuk ke Bandara Toraja sering terganggu dengan aktivitas anak sekolah yang menjadikan jalan tersebut sebagai tempat ugal-ugalan dan atraksi freestyle kendaraan roda dua. Kegiatan anak sekolah ini bahkan dilakukan pada jam-jam sekolah dan jam sibuk lalu lintas menuju Bandara Toraja. Kepala Bandara Toraja, Anas Labakara mengakui aktivitas anak […]

  • Pohon Tumbang Timpa Bangunan, Kabel Listrik, dan Halangi Lalu Lintas Rantepao-Makale

    Pohon Tumbang Timpa Bangunan, Kabel Listrik, dan Halangi Lalu Lintas Rantepao-Makale

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, KESU’ — Hujan cukup lebat disertai angin yang melanda wilayah Toraja Utara, Kamis, 14 Januari 2021 sore menyebabkan sebatang pohon Buangin (Cemara) tumbang di Buntu Buaya, Lembang Sangbua, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara. Pohon yang cukup besar ini menimpa bangunan pencucian mobil milik warga setempat. Juga menimpa kabel listrik milik PLN yang melintas di sisi […]

  • Dua Nakes Asal Toraja yang Jadi Korban KKB di Pegunungan Bintang Sudah Dievakuasi ke Jayapura

    Dua Nakes Asal Toraja yang Jadi Korban KKB di Pegunungan Bintang Sudah Dievakuasi ke Jayapura

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAYAPURA — Dua tenaga kesehatan (Nakes) asal Toraja yang menjadi korban kekejaman teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin, 13 September 2021, berhasil dievakuasi ke Jayapura, Jumat, 17 September 2021. Mereka dievakuasi oleh aparat keamanan bersama sembilan tenaga kesehatan lainnya dan tiba Makodam XVII/Cenderawasih sekitar pukul 11.00 WIT, […]

  • Tingkatkan Pelayanan Publik, Dinas Sosial Toraja Utara Gelar FGD

    Tingkatkan Pelayanan Publik, Dinas Sosial Toraja Utara Gelar FGD

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Dinas Sosial Kabupaten Toraja Utara mengadakan Focus Group Discussion (FGD’s), tentang Standar Pelayanan, Selasa, 16 Agustus 2022. FGD ini dilaksanakan untuk mendengarkan masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat terkait peningkatan pelayanan di Dinas Sosial Toraja Utara. Sejumlah elemen masyarakat, terdiri dari Akademisi, Tokoh Masyarakat, Perbankan, Penerima Layanan, Analis Bagian Ortala Setda, […]

  • 43 Kantong Darah Terkumpul dari Bakti Sosial Perayaan Natal YKGT- RS Elim Rantepao

    43 Kantong Darah Terkumpul dari Bakti Sosial Perayaan Natal YKGT- RS Elim Rantepao

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Bakti sosial donor darah dan jalan santai dalam rangka perayaan Natal Yayasan Kesehatan Gereja Toraja bersama RS Elim Rantepao. (foto: dok. istimewa). KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Perayaan Natal Yayasan Kesehatan Gereja Toraja (YKGT) bersama RS Elim Rantepao dirangkaikan dengan beberapa kegiatan mulai dari jalan santai, senam dan bakti sosial. Kegiatan digelar di Halaman Kantor BPS Gereja […]

expand_less