Praktisi Kesehatan dan Mahasiswa IAKN olah Kelor jadi Puding dan Rempeyek untuk Cegah Stunting dan Anemia
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pusat Pengembangan Anak(PPA) ID 0809 Lembang Lipungan Tanete Kecamatan Kurra kerjasama Praktisi dan Mahasiswa IAKN Toraja inovasi pangan lokal. (Foto:Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, KURRA —- Pusat Pengembangan Anak(PPA) ID 0809 Kecamatan Kurra menggelar kegiatan edukasi holistik yang mempertemukan pemahaman rohani, kesegaran reproduksi dan pemberdayaan ekonomi.
Kegiatan berlangsung di Gereja Toraja Jemaat Sion Tanete Lembang Lipungan Tanete Kecamatan Kurra Toraja Utara, Selasa 31 Maret 2026.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi kesehatan sekaligus fasilitator, Desyanti Tandirerung, S.Kep., Ns., sebagai narasumber utama.
Membawa pesan kuat “Anakku adalah Titipan Tuhan”, Desyanti memberikan materi mendalam mengenai Kesehatan Reproduksi, khususnya pencegahan Kekerasan Seksual dan Pernikahan Dini.
Edukasi ini bertujuan membekali orang tua di Kurra agar mampu menjadi benteng pelindung pertama bagianak-anak mereka.
Kolaborasi Strategis: Teologi dan Kewirausahaan
dalam kegiatan ini Desyanti juga menggandeng mahasiswa Fakultas Teologi Kristen IAKN Tana Toraja dari Kelompok Maelo.
Sebagai pembimbing kelompok ini dalam mata kuliah Kewirausahaan, Desyanti mengarahkan para calon pelayan jemaat ini untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui inovasi pangan lokal.
Adapun mahasiswa IAKN Toraja yang tergabung dalam kelompok ini masing-masing Sintike Sapan, Nafa Intarti, Putri Harta, Suryani Rante Tasik, Sem Pratama Tanngdiong dan Arianto Sael.
“Mahasiswa Kelompok Maelo tidak hanya belajar teori di kelas, tapi hari ini mereka mempraktikkan bagaimana teologi dan kewirausahaan bisa menjawab persoalan masyarakat, seperti olahan kelor menjadi makanan bernilai ekonomis dan kaya manfaat bagi kesehatan ,” ujar Desyanti Tandirerung, S.Kep., Ns.
Aksi Nyata: Puding Gratis dan Demo Masak Kelor
Kehadiran Kelompok Maelo membawa keceriaan bagi para peserta. Para mahasiswa IAKN Toraja ini membagikan Puding Kelor secara gratis kepada seluruh orang tua dan anak yang hadir. Tak hanya itu, demo pembuatan Rempeyek Kelor dan Puding Kelor dilakukan secara langsung untuk menunjukkan bahwa daun kelor (Marungga) adalah “Emas Hijau” yang murah, bergizi tinggi dan kaya manfaat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa makanan sehat pencegah stunting bisa diolah secara kreatif dan memiliki nilai jual. Ini adalah wujud pelayanan kami kepada masyarakat Kurra,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa Kelompok Maelo.
Membangun Generasi Tangguh
Melalui sinergi ini, PPA ID 0809 berharap orang tua tidak hanya paham cara melindungi anak dari kekerasan, tetapi juga mampu memberikan asupan gizi terbaik bagi pertumbuhan fisik anak.
Anak yang sehat secara fisik dan terlindungi secara mental adalah harapan besar bagi masa depan Tana Toraja untuk Indonesia Emas 2045.(*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar