Lima Bulan, Jasa Medik 528 Pegawai RSUD Lakipadada Belum Dibayarkan
- account_circle Cr1/NDL
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Obed Bassang, Direktur RSUD Lakipadada, Tana Toraja. (NDL/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Tunjangan jasa medik 528 pegawai RSUD Lakipadada Tana Toraja, belum dibayarkan oleh pihak rumah sakit. Jasa medik yang belum dibayarkan itu terhitung sejak Oktober 2025 hingga Maret 2026.
528 orang pegawai tersebut merupakan PPPK Paruh Waktu dan PPPK Penuh Waktu, PNS, hingga tenaga pendukung.
Direktur RSUD Lakipadada, Obed Bassang, yang dikonfirmasi Kareba-Toraja.com, Rabu, 1 April 2026, menyatakan bahwa keterlambatan pembayaran jasa medik merupakan buntut dari peralihan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) lama ke sistem yang baru.
“Kendala kita adalah peralihan system. Waktu bulan September ada peralihan SIM RS dari yang lama ke baru. Peralihannya itu karena dari BPN kita harus pake elektronik rekam medik, itu satu paket dengan SIM. Nah, dalam peralihan itu kita punya kendala untuk integrasi dengan pembagian jasa,” terang Obed.
Meski begitu, Obed menyebut pihaknya sementara berupaya agar pembayaran jasa medik para pegawai itu bisa dilakukan secepatnya.
“Ini sementara kami usahakan. Mudah-mudahan bisa selesai minggu ini integrasinya,” ungkap Obed Bassang.
Obed menerangkan, Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) yang baru belum memuat semua poin-poin pembagian jasa pelayanan sehingga harus diintegrasikan dengan SIMRS yang lama.
Adapun poin-poin tersebut, yakni indeks, grading, dan poin.
“Karena kita sudah sistem SIMRS, jadi teman-teman dibawah itu dokter, perawat, itu input semua kegiatan. Nah, dari situ kemudian ditarik jasa pelayanannya. Itu yang SIM yang baru ini tidak punya itu, makanya SIM yang lama itu kita integrasikan dengan SIM yang baru, dan itu yang agak lama,” jelasnya.
Obed mengatakan proses integrasi tersebut telah dilakukan sejak bulan Januari, namun juga belum berhasil. Prosesnya kemudian diupayakan berhasil sebelum bulan Lebaran bulan Maret Lalu, tetapi juga masih belum berhasil.
Saat ini pihaknya mengaku masih terus mengupayakan proses integrasi tersebut agar pembagian jasa medik bisa selesai dengan cepat.
- Penulis: Cr1/NDL
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar