Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » Maestro Seni Lukis, Mike Turusy, Meninggal Dunia

Maestro Seni Lukis, Mike Turusy, Meninggal Dunia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2021
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Seniman hebat itu ketika dia bisa hidupi keluarga dari hasil karyanya. Juga dapat bahagiakan orang lain. Itu baru seniman keren.”
“Seandainya ada uang jatuh dari langit ratusan peti, hal pertama yang kulakukan adalah menyelamatkan diri.”
— Mike Turusy—quote on FB, 21 dan 22 November 2021.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Maestro seni lukis Sulawesi Selatan, Mike Turusy dikabarkan meninggal dunia, Minggu, 28 November 2021.

Pelukis dan perupa blasteran Masamba-Toraja ini menghembuskan nafas terakhir di RS Elim Rantepao, sekitar pukul 16.00 Wita.

Mike Turusy meninggal dunia karena gagal jantung, penyakit yang dideritanya sejak beberapa waktu terakhir.

“Iya, Almarhum meninggal sekitar pukul 16.00 Wita sore tadi di RS Elim Rantepao,” turut Aras Parura, salah satu sahabat Mike Turusy.

Kabar kematian Mike Turusy juga dibenarkan oleh Nency Tangkelembang. Dalam penuturannya kepada kareba-toraja.com, Minggu malam, Nency tak bisa menahan kesedihannya, karena pada Minggu, 28 November 2021 siang, dia masih sempat berkomunikasi dengan Almarhum Mike Turusy.

“Rasanya tidak percaya, tapi itulah kenyataan. Siang tadi kita masih WA saya dan sore ini Om Mike sudah pergi kembali ke Sang Pemilik Kehidupan,” tutur Nency.

Kabar kepergian Mike Turusy ke hadapan Sang Khalik juga diungkapkan sejumlah sahabat dan seniman Toraja di wall FB mereka pada Minggu malam. Sejumlah seniman seperti Stev Raru, Mumut Ryel’s, Daniel Elgibor, dan owner objek wisata To’Tombi’, Sam Parura.

Mike Turusy, begitu dikenal di Sulawesi Selatan, lebih khusus Toraja. Dia banyak menghabiskan masa-masa akhir hidupnya di Toraja. Banyak lukisan yang berlatar Toraja yang dia buat. Banyak pula tokoh yang dia lukis, baik itu tokoh politik, budaya, maupun tokoh pendidikan.

Almarhum Mike Turusy juga menghasilkan banyak lukisan berlatar Toraja, seperti Tau-Tau, Tongkonan, Alang, dan pemandangan alam.

Memberi dukungan moral kepada Gubernur Sulsel non aktif, Nurdin Abdullah, melalui lukisan.

Pada 17-18 April 2021 yang lalu, bersama sejumlah seniman dari Makassar dan Toraja, Mike Turusy turut dalam aksi melukis wajah Nurdin Abdullah, sebagai bentuk dukungan moral kepada Gubernur Sulsel non aktif itu, yang sedang menjalani proses hukum di KPK. Aksi melukis wajah Nurdin Abdullah itu dilaksanakan di objek wisata To’Tombi, Toraja Utara.

Selamat jalan Om Mike, karyamu, canda tawamu, tidak akan dilupakan. (*)

Penulis/Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada Toraja Utara Berpotensi Munculkan 4-6 Paslon Pasca Putusan MK Terkait Ambang Batas Pencalonan

    Pilkada Toraja Utara Berpotensi Munculkan 4-6 Paslon Pasca Putusan MK Terkait Ambang Batas Pencalonan

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Mahkamah Konstitusi (MK) membuat keputusan mengejutkan di detik-detik akhir menjelang pendaftaran pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk Pilkada tahun 2024. Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang dimohonkan Partai Buruh dan Gelora, memutuskan bahwa ambang batas atau threshold pencalonan kepala daerah tidak lagi sebesar 25 persen perolehan suara partai politik/gabungan […]

  • Kejuaraan Daerah Open Road Race untuk Pertama Kalinya Resmi Digelar di Tana Toraja

    Kejuaraan Daerah Open Road Race untuk Pertama Kalinya Resmi Digelar di Tana Toraja

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA TORAJA.COM, Rantetayo — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Road Race untuk pertama kalinya resmi digelar di Tana Toraja. Gelaran Balap motor bertajuk DMS Open Road Race Kejurda Putaran 1 IMI Sulsel ini terselenggara atas kerjasama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengurus Provinsi (PengProv) Sulsel bersama DMS Otomotif Club yang digelar di Sirkuit Bandara Pongtiku Rantetayo Tana […]

  • Dinolkan 2025, Jalan Poros Salubarani – Langso Gandasil Kembali Dianggarkan 1,6 Miliar Tahun 2026

    Dinolkan 2025, Jalan Poros Salubarani – Langso Gandasil Kembali Dianggarkan 1,6 Miliar Tahun 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Panitia Khusus LKPJ Bupati Tana Toraja Tahun 2025 dengan Dinas PUTR. (Foto: Arsyad/Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Jalan Poros Kecamatan Penghubung Kelurahan Salubarani – Lembang Betteng Deata – Kelurahan Benteng Ambeso (Ibukota Kecamatan Gandangbatu Sillanan) kembali mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten Tana Toraja pada tahun 2026 ini. Pemerintah kembali mengalokasikan anggaran sebesar 1,6 Miliar […]

  • “Upe” Maskot Pilkada Toraja Utara 2024

    “Upe” Maskot Pilkada Toraja Utara 2024

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Toraja Utara menggelar peluncuran Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara tahun 2024. Peluncuran Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara tahun 2024 digelar di Alun-alun Kota Rantepao, Jumat, 14 Juni 2024. Pada peluncuran tahapan Pilkada 2024 ini, KPU Toraja Utara memperkenalkan “UPE” sebagai maskot […]

  • Strata Sosial di Toraja: Warisan Leluhur yang Masih Berbisik di Tengah Zaman Modern

    Strata Sosial di Toraja: Warisan Leluhur yang Masih Berbisik di Tengah Zaman Modern

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Opini
    • 0Komentar

    Oleh : Irwanto Tandi Bara’Tiku, S.H.,M.Kn. Perbincangan mengenai strata sosial di Toraja hingga kini masih menjadi topik yang hangat di tengah masyarakat. Di era modern yang dipengaruhi perkembangan pendidikan, ekonomi, serta nilai-nilai agama yang menekankan kesetaraan manusia, keberadaan sistem sosial warisan tempo doloe itu kembali dipertanyakan relevansinya. Adat bukan sekadar kenangan yang tersimpan di buku […]

  • Pelaku Percabulan Terhadap Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur di Bittuang Harus Dihukum Berat

    Pelaku Percabulan Terhadap Anak Tiri yang Masih di Bawah Umur di Bittuang Harus Dihukum Berat

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pemerhati masalah peremuan dan anak, Ivonny Mapaliey meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman maksimal sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002 terhadap pelaku percabulan terhadap anak tiri yang masih di bawah umur di Bittuang, Tana Toraja. “Harus dihukum seberat-beratnya sehingga ada efek jera, baik terhadap pelaku maupun orang lain agar tidak […]

expand_less