Pemkab Tana Toraja Respon Keluhan Warga Terkait Jalan Poros Sangalla’ Selatan yang Rusak Berat
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sen, 21 Feb 2022

Beginilah kondisi jalan poros Sangalla' Selatan yang rusak parah dan tak pernah diperbaiki selama puluhan tahun. (AAP/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja merespon tuntutan warga Lembang Batualu Selatan perihan jalan poros Sangalla’ Selatan yang rusak parah dan sudah puluhan tahun tidak diperbaiki.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tana Toraja, Juli Kaboel Palipangan mengatakan pemerintah Kabupaten Tana Toraja sudah memiliki rencana untuk memperbaiki jalan poros sepanjang kurang lebih 9 kilometer tersebut.
“Kami sudah koordinasi dengan Bapeda sebagai perencana terkait jalan poros Makula’- Batualu-Pa’tengko sepanjang 9 kilometer. Tahun ini akan kita kerjakan, tetapi jika anggarannya tidak memungkinkan maka kita upayakan kerjakan tahun depan,” jelas Kaboel saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 21 Februari 2022.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga dan anak-anak di Lembang (Desa) Batualu Selatan, Kecamatan Sangalla’ Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, melakukan aksi tanam pohon pisang dan tabur ikan lele di jalan poros penghubung antara Kecamatan Mengkendek-Sangalla’ Selatan-Sangalla’, Kamis, 17 Februari 2022.
Tanam pohon pisang pada genangan air di badan jalan ini merupakan bentuk aksi protes warga akan kondisi jalan yang rusak parah dan tidak pernah diperbaiki selama kurang lebih 26 tahun.
“Sejak tahun 1996 masa pemerintahan Soeharto sampai sekarang masanya Pak Jokowi, jalan kami ini tidak pernah diperbaiki,” kata Albertus, salah satu warga.
Dia menyebut, kondisi jalan poros Mengkendek-Sangalla’ ini, mulai dari Kecamatan Sangalla Selatan hingga ke perbatasan dengan Kecamatan Sangalla’, rusak berat. Padahal jalan ini, seharusnya masuk kategori Jalan Provinsi, karena menghubungkan dua kabupaten, yakni Tana Toraja dan Toraja Utara. Jalan ini juga merupakan salah akses paling mudah ke Bandara Toraja.
“Ini jalan tembus sampai di Toraja Utara. Kalau mau jadi akses lingkar luar Bandara Toraja, jalan inilah yang bisa digunakan. Selain itu, juga bisa mendukung objek wisata yang ada di Kecamatan Sangalla’ Selatan ini,” ujar Albertus lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Lembang (Desa) Batuallu Selatan, Pradyan Rizky Londong Allo, mengatakan aksi tanam pohon pisang dan tabur ikan lele ini murni inisiatif dari masyarakat yang sudah jenuh dengan kondisi jalan yang mereka lalui setiap hari.
Iin, sapaan akrab Pradyan Rizky Londong Allo, menyebut dirinya tidak bisa menghalangi aksi warga ini, karena pemerintah Lembang sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan jalan ini, namun tidak pernah terealisasi.
“Iya, saya tidak bisa halangi aksi mereka, karena itu hak mereka menuntut kepada pemerintah. Masyarakat sudah jenuh dengan kondisi ini. Setiap tahun kita usulkan di Musrembang, tapi tidak pernah terealisasi, selalu dialihkan ke tempat lain,” ujar Iin. (*)
Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur
- Penulis: Redaksi
Saat ini belum ada komentar