Lima Bulan, Jasa Medik 528 Pegawai RSUD Lakipadada Belum Dibayarkan
- account_circle Cr1/NDL
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Obed Bassang, Direktur RSUD Lakipadada, Tana Toraja. (NDL/Kareba Toraja).
“Ini sementara kami zoom lagi dengan vendor untuk selesaikan itu, kemudian menunggu selesai, kalau lancar yah mudah-mudahan minggu depan selesai,” tutur Obed Bassang.
“Kalau kami ada namanya sistem grading, poin-poin, nah itu yang kita integrasikan dengan SIM yang baru. Karena dari SIM baru yang kita tarek apa-apa saja kegiatan yang harus dibayarkan, na itu ditarik datanya baru digreding, diberi poin,” urainya.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa aplikasi NUHA, yakni aplikasi baru yang diterapkan saat ini tidak memberi akses kepada pihak rumah sakit, padahal sesungguhnya rumah sakit memiliki IT yang bisa menyelesaikan hal tersebut.
“Aplikasi NUHA yang baru ini adalah aplikasi yang notabene kami ndak bisa masuk di dalam. Kami punya IT disini yang bisa mengerjakan itu sebenarnya, tapi kami tidak dikasih akses untuk itu.
Jadi mereka buat kort khusus lagi untuk membek up lagi data-data yang kami butuhkan untuk bagi jasa baru kami ambilnya dari situ. Itu yang sementara dikerja, dibuatkan satu wadah,” katanya.
“Aplikasi pembagian jasa itu tidak ada di SIM yang baru ini, nah itu yang diintegrasikan masuk. Nantinya pembagiannya Itu aplikasi yang bagi bagi berdasarkan indeks, grading,dan poin,”sambungnya.
Obed Bassang berharap pihak pegawai yang belum menerima jasa mediknya bisa bersabar menunggu proses yang sedang diupayakan.
“Sabar menunggu, karena kita paham ini hak mereka, tapi bersabar dulu kita menunggu prosesnya,” harapnya. (*)
- Penulis: Cr1/NDL
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar