Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DPRD Tana Toraja » Legislator Partai Golkar Randan Sampetoding Tegas Tolak Program Transmigrasi di Tana Toraja

Legislator Partai Golkar Randan Sampetoding Tegas Tolak Program Transmigrasi di Tana Toraja

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
  • comment 0 komentar

Anggota DPRD Tana Toraja Fraksi Partai Golkar Dapil 6 Randan Sampetoding. (Foto: Arsyad-Karebatoraja)

 


KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Dapil 6 Randan Sampetoding tegas menyatakan penolakannya terhadap program transmigrasi yang saat ini sedang ramai dibicarakan di media sosial.

Penolakan terhadap program transmigrasi disampaikan Randan dalam Rapat Paripurna DPRD Tana Toraja dalam rangka penyerahan nota keuangan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Tana Toraja, Kamis 27 November 2025.

Dalam rapat yang dihadiri Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg tersebut, Randan menyampaikan penolakan terhadap program transmigrasi dan meminta Pemda dalam hal ini Bupati Tana Toraja menjelaskan lebih rinci terkait program tersebut.

Randan menyebut siapapun yang diperuntukkan untuk program transmigrasi itu hanyalah pintu masuk dari berbagai masalah yang akan muncul dikemudian hari.

“Jangan karena kita tergiur anggaran dari Pusat sehingga kita mau menerima saja semua program tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat” tegas Randan.

Randan meminta Pemda agar hati-hati menggunakan bahasa “transmigrasi” karena transmigrasi itu artinya membolehkan pihak dari luar masuk ke wilayah kita, sehingga jangan kita terjebak dalam bahasa tersebut.

Randan meminta Pemda belajar dari program transmigrasi sebelumnya apalagi jika berbicara pembukaan kawasan transmigrasi baru karena dari program transmigrasi sebelumnya yakni di Bittuang dan Mengkendek yang tidak berjalan maksimal dan menimbulkan banyak masalah mulai dari ditinggal penghuni hingga diperjualbelikan.

Dari 19 kecamatan yang ada di Tana Toraja, semua masih ideal dalam hal tata kelola permukiman sehingga tidak menjadi alasan bahwa program transmigrasi diperuntukkan dengan masyarakat lokal.

Menurut Randan, yang perlu dipikirkan Pemda adalah masyarakat yang terdampak bencana alam seperti di Palangka Makale Selatan namun bahasanya adalah relokasi bukan transmigrasi.

Randan juga menyayangkan kegiatan Forum komunikasi publik terkait program transmigrasi yang melibatkan peneliti dari ITB dan IPB yang tidak melibatkan semua pihak dalam hal ini DPRD Tana Toraja.

Sementara itu Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg menanggapi pernyataan Randan Sampetoding mengatakan bahwa program ini adalah program Pemerintah Pusat dan bagian dari sinergi Pusat dan Daerah.

“Sinergi itu harus tetap dijaga serta harus dihormati namun bukan berarti harus diterima begitu saja jika kita semua sepakat untuk menolak” tutur Zadrak.

Zadrak mengurai salah satu tujuan dari program ini nantinya adalah relokasi masyarakat yang terdampak bencana alam yang tidak memiliki tempat tinggal.

“Proses dari program ini masih panjang dan tentu kita semua akan tetap melihat mendengar dan menghormati kearifan lokal, pendapat dan keinginan masyarakat Tana Toraja” tutup Zadrak. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Patok Batas Kawasan Hutan, Masyarakat Gandangbatu Mengadu ke Legislator Provinsi

    Terkait Patok Batas Kawasan Hutan, Masyarakat Gandangbatu Mengadu ke Legislator Provinsi

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, GANDASIL — Ratusan masyarakat Lembang Gandangbatu yang mengatasnamakan diri “Forum Aspirasi Perjuangan Buntu Batu Pessaluan Penolakan Patok Kehutanan” kembali menyuarakan penolakan terhadap pemasangan patok batas kawasan oleh Kehutanan di wilayah Lembang Gandangbatu, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja. Kali ini masyarakat yang lahannya masuk dalam patok hutan yakni masyarakat sekitar dusun Buntu batu dan Dusun […]

  • Guru Asal Toraja Ditembak OPM di Ilaga, Puncak, Papua Pegunungan

    Guru Asal Toraja Ditembak OPM di Ilaga, Puncak, Papua Pegunungan

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, ILAGA — Andarias Tanna (36), seorang guru asal Akung, Lembang (Desa) Bangkelekila’, Kecamatan Bangkelekila’, Kabupaten Toraja Utara, tewas ditembak di Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa, 24 Desember 2024. Guru yang bertugas di SMP Negeri Ilaga itu ditembak (diduga dilakukan anggota Organisasi Papua Merdeka/OPM) saat hendak menutup kios di Kago-Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten […]

  • 196 Rumah Penduduk di Toraja Diperbaiki Melalui Program Bedah Rumah Aspirasi Eva Stevany Rataba

    196 Rumah Penduduk di Toraja Diperbaiki Melalui Program Bedah Rumah Aspirasi Eva Stevany Rataba

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sebanyak 196 paket bantuan bedah rumah di tahun anggaran 2021 melalui program aspirasi yang dikawal Legislator Nasdem, Eva Stevany Rataba, dialokasikan ke Toraja. Bantuan Program Bedah Rumah (BSPS) dari Kementerian PUPR itu dibawa oleh anggota DPR RI asal Toraja, Eva Stevany Rataba tahun 2021. Saat ini, sejumlah rumah milik warga yang dibedah, […]

  • Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Buntu Kandora

    Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Buntu Kandora

    • calendar_month Jum, 18 Agu 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Pemerintah dan masyarakat Lembang Palipu’, Kecamatan Mengkendek bersama Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) dari IAKN Toraja menggelar upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Kamis, 17 Agustus 2023. Uniknya, upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dan pengibaran bendera Merah Putih ini digelar di bawah tebing Buntu Kandora; salah satu objek […]

  • Timsus Singgalung Polres Toraja Utara Tangkap 8 Terduga Pelaku Judi Sabung Ayam, Ada Oknum Pelajar dan Mahasiswa

    Timsus Singgalung Polres Toraja Utara Tangkap 8 Terduga Pelaku Judi Sabung Ayam, Ada Oknum Pelajar dan Mahasiswa

    • calendar_month Sen, 3 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BUNTU PEPASAN — Tim Khusus (Timsus) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Toraja Utara, Singgalung, kembali menangkap 8 terduga pelaku judi sabung ayam, Minggu, 2 Mei 2021. Sebelumnya, Timsus Singgalung juga sudah melakukan beberapa kali penangkapan terhadap para terduga pelaku judi sabung ayam di beberapa lokasi di Toraja Utara. Dari 8 terduga pelaku judi sabung […]

  • Hari Ini, Dua Lagi Jenazah Warga Tana Toraja Dimakamkan dengan Protap Covid-19

    Hari Ini, Dua Lagi Jenazah Warga Tana Toraja Dimakamkan dengan Protap Covid-19

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Jumlah warga Kabupaten Tana Toraja yang meninggal dunia dan dimakamkan dengan prosedur dan tahapan (protap) Covid-19 terus bertambah. Bahkan dalam sehari ada dua jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Itu terjadi pada 20 Januari 2021, dimana dua warga Sangalla dimakamkan dengan protokol Covid-19. Kemudian, berselang dua hari, yakni Sabtu, 23 Januari 2021, […]

expand_less