Kisah Inspiratif Anak Toraja: Brayen Patandean, Dosen Tetap Termuda IPB University di Usia 26 Tahun
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Brayen Patandean, Pemuda Asal Buntu Batu, Lembang Gandangbatu, Kec. Gandangbatu Sillanan Tana Toraja.
Brayen Patandean
Bogor – Jawa Barat
Dari sebuah dusun kecil di pegunungan Tana Toraja, lahir sebuah kisah besar yang hari ini menginspirasi generasi muda Indonesia.
Dialah Brayen Patandean, putra daerah asal Dusun Buntu Batu, Lembang (Desa) Gandangbatu, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang pada usia 26 tahun telah mencatatkan namanya sebagai Dosen Tetap termuda di Program Studi Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University.
Sebuah prestasi yang membanggakan sekaligus membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih dari mana pun seseorang berasal.
IPB University sendiri merupakan universitas terbaik di Indonesia dalam bidang pertanian dan kehutanan dan juga meraih peringkat 1 di Asia Tenggara, peringkat 10 di Asia, dan peringkat 49 di dunia dalam pemeringkatan QS World University Rankings berdasarkan subjek Agriculture and Forestry — bukti kualitas pendidikan dan riset yang mendunia.
Perjalanan Brayen bukanlah kisah yang lahir dari kemewahan. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana; ayahnya (Daniel Asin) hanya menamatkan pendidikan hingga SMA, ibunya (Ruth Barumbun) hanya lulusan SD, dan keduanya bekerja sebagai petani.
Namun, keterbatasan itu tidak pernah menjadi penghalang, justru menjadi bahan bakar semangat untuk terus melangkah lebih jauh.
Melalui proses panjang yang penuh perjuangan, disiplin, dan doa, Brayen membuktikan bahwa latar belakang ekonomi bukan penentu masa depan.
Dengan tekad kuat dan keberanian bermimpi, ia mampu duduk sejajar dengan putra-putri terbaik bangsa sebagai akademisi muda di IPB University.
Kepada Wartawan KAREBA TORAJA, Minggu 25 Januari 2026, Brayen Patandean menceritakan kisah inspiratifnya ini.
Bagi Brayen Patandean, pendidikan adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Ia berpesan kepada generasi muda Indonesia agar tidak menyerah pada keadaan.
“Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti belajar. Selama ada kemauan dan kerja keras, selalu ada jalan,” ujar Brayen penuh keyakinan.
Brayen juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Indonesia, khususnya atas hadirnya berbagai program beasiswa yang membantunya melanjutkan studi.
“Tanpa beasiswa, saya tidak akan sampai di titik ini. Semoga ke depan program-program pemerintah semakin banyak, tepat sasaran, dan menjangkau lebih banyak anak bangsa yang membutuhkan,” tambahnya.
Riwayat Pendidikan Brayen Patandean
Perjalanan akademik Brayen Patandean menjadi bukti nyata konsistensi dan prestasi luar biasa:
1. Tahun 2026 – Dosen Tetap termuda di Program Studi Agronomi dan Hortikultura, IPB University, pada usia 26 tahun
2. Tahun 2026 Penerima Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan untuk Program Doktor (S3) di IPB University
3. Tahun 2025 – Lulus Program Magister (S2) hanya dalam waktu 1,5 tahun dengan predikat Cumlaude
4. Tahun 2023 – Penerima Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan untuk Program S2 di IPB University
5. Tahun 2021 – Lulus sebagai Lulusan Terbaik Program Studi Teknik Pertanian (S1), Universitas Hasanuddin
6. Tahun 2017 – Menyelesaikan pendidikan SMA di SMA Kristen Barana’, salah satu SMA terbaik di Sulawesi Selatan dan Toraja
7. Tahun 2014 – Menyelesaikan pendidikan SMP di SMP Kristen Gandangbatu, Kabupaten Tana Toraja
8. Tahun 2011 – Menyelesaikan pendidikan SD di SDN 295 Impres Talimbung Buntu Batu, Kabupaten Tana Toraja
Kisah Brayen Patandean adalah potret harapan, bahwa dari pelosok negeri pun dapat lahir pemimpin, ilmuwan, dan pendidik masa depan.
Sebuah pesan kuat bagi anak muda Indonesia: bermimpilah setinggi mungkin, karena kerja keras dan ketekunan akan membuka pintu dunia. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar