Kewalahan Tangani Kebakaran, Legislator Randan Sampetoding Harap Pemda Tana Toraja Anggarkan Penambahan Mobil Damkar
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 3 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Anggota DPRD Tana Toraja Randan P. Sampetoding (kiri) Penanganan Kebakaran Rumah oleh Damkar Tana Toraja (kanan). (Foto: istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi Partai Golkar Dapil VI Tana Toraja (Makale Utara, Sangalla’, Sangalla’ Utara, Sangalla’ Selatan) Randan P. Sampetoding menyampaikan keprihatinan terhadap bencana ekologi kebakaran hutan dan lahan yang terus terjadi akibat cuaca kemarau.
Bahkan luas hutan yang terbakar hingga saat ini berdasarkan data Kehutanan sudah lebih dari 400 hektar hutan terbakar di Tana Toraja.
Keprihatinan Randan karena banyaknya musibah kebakaran yang tidak tertangani dengan baik di Tana Toraja karena keterbatasan sarana prasarana terutama armada Pemadam Kebakaran (Damkar) yang terbatas.
Randan menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran rumah yang banyak terjadi tidak sanggup ditangani dengan baik oleh Damkar Tana Toraja karena keterbatasan fasilitas.
“Parah sekali sekarang saya lihat, dimana-mana terjadi kebakaran sementara armada damkar hanya 3, jelas itu sangat terbatas” tutur Wakil Bendahara Partai Golkar Sulsel yang baru dilantik tersebut.
“Mau menangis kita liat rumah warga, hutan dan lahan dimana-mana terbakar” tutur Randan.
Randan berharap kepada Pemda agar Tahun Anggaran 2027, ada pengadaan kendaraan damkar dan perlengkapan pelindung lainnya.
Kepada Media beberapa waktu lalu, Damkar Tana Toraja mengakui keterbatasan armada dan fasilitas pelindung diri dalam penanganan kebakaran.
Damkar Tana Toraja menyebut kebutuhan armada yang ideal untuk mendukung penanganan kebakaran yakni 3 – 4 unit mobil tangki untuk suplai air serta 5 – 6 unit mobil pemadam kebakaran.
Termasuk kelengkapan keselamatan seperti pakaian khusus pemadam kebakaran (APD) dan masker oksigen. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar