Dan Pongtasik: Perguruan Tinggi Harus Melakukan Perubahan dan Pembaharuan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Ming, 25 Sep 2022

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dan Pongtasik memberikan sambutan pada ibadah syukur atas difungsikannya untuk kegiatan perkuliahan Kampus I IAKN Toraja yang terletak di Kecamatan Kurra, Kabupaten Tana Toraja. (Foto: AP/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, KURRA — Anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi Partai PDI Perjuangan, Dan Pongtasik menghadiri ibadah syukur atas difungsikannya untuk kegiatan perkuliahan Kampus I IAKN Toraja yang terletak di Kecamatan Kurra, Kabupaten Tana Toraja.
Ibadah syukur yang digelar, Sabtu, 24 September 2022 dihadiri Civitas Akademik IAKN Toraja, tamu undangan, dan masyarakat sekitar.
Dan Pongtasik mengawali sambutannya dengan memberikan apresiasi dan penghormatan khusus bagi keluarga Tongkonan yang telah menghibahkan tanah untuk dijadikan Kampus IAKN Toraja.
Dan Pongtasik menyebut keluarga yang telah menghibahkan tanah ini adalah keluarga yang patut diberi hormat karena telah menghibahkan tanahnya untuk peningkatan kesejahteraan dan meningkatkan mutu umat manusia.
“Mereka adalah orang terhormat dan mulia karena derajat kedermawanannya melebihi kedermawanan kita semua yang ada di sini,” puji Dan Pongtasik.
Merespon harapan masyarakat dan Kampus terkait kontribusi dan peran DPRD Provinsi dalam mendukung pembangunan kampus I IAKN Toraja ini, Dan Pongtasik berbicara temtang pembagian kewenangan Pemerintah mulai dari Pusat sampai Desa sehingga apa yang akan menjadi kewenangannya di tingkat Provinsi maka beliau berjanji akan memperjuangkan.
Dihadapan seluruh orang yang hadir, Dan Pongtasik menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi itu adalah agen pembaharuan dan benteng demokrasi.
“Kalau Perguruan Tinggi mengisolasi diri dalam zona nyaman tanpa memperhatikan dinamika didalam masyarakat maka perguruan tinggi tersebut sedang menghianati fungsinya,” katanya.
“Perguruan Tinggi harus melakukan perubahan dan pembaharuan, karena perubahan dan pembaharuan itu tidak dilakukan oleh kelompok mayoritas tapi dilakukan oleh kelompok minoritas dan perguruan tinggi adalah lapisan masyarakat minoritas tapi kaya akan gagasan dan ide sehingga dimana – mana perguruan tinggi menjadi agen perubahan dan pembaharu dan menjadi benteng demokrasi,” urai Dan lebih lanjut.
Karena IAKN ini akan mencetak cendekiawan – cendekiawan kedepan, Dan Pongtasik mengajak para mahasiswa jangan jadi cendekiawan atau intelektual bisu dalam momen demokrasi kedepan.
“Dalam praktek adat istiadat, Perguruan Tinggi juga harus hadir menjadi benteng melakukan perubahan -perubahan sehingga adat istiadat yang tidak mendukung kemajuan harus diubah,” pungkasnya. (*)
Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur
- Penulis: Redaksi
Saat ini belum ada komentar