oleh

Berbicara di Mubes PMTI, Bupati Paparkan Program Unggulan Toraja Utara

KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang menghadiri, juga memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) IV Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Dalam sambutannya, OmBas, sapaan akrab Yohanis Bassang memaparkan program-program unggulan yang akan dilaksanakan Yohanis Bassang dan Frederik Victor Palimbong di Kabupaten Toraja Utara, beberapa tahun ke depan.

Yang pertama, adalah soal kebersihan (sampah). Kedua soal ketertiban lalu lintas. Berikut soal disiplin ASN. Lalu, mengenai bekas pertokoan lama Rantepao (eks Pasar Kalambe’) yang akan dibangun alun-alun kota. Pembangunan jembatan kembar di Malango’. Kemudian pembangunan jalan alternatif UKI Kakondongan untuk mengatasi kemacetan. Lalu, penataan Pasar Bolu (pasar hewan).

Baca Juga  Bupati Toraja Utara Ingatkan Lagi Camat Soal Kedisiplinan dan Kebersihan Lingkungan

“Karena Pasar Hewan Bolu merupakan satu-satunya pasar hewan di dunia yang memiliki keunikan dan antik. Kita harus tata baik, sehingga orang datang bisa duduk dan nyaman melihat pasar itu,” terang OmBas.

Program berikutnya adalah pembangunan terminal Bolu menjadi terminal Tipe B untuk mengatasi kemacetan dalam kota. “Bagaimana mengatur ekspedisi yang datang sesuka hati supaya tidak bongkar barang pada siang hari, pada jam-jam sibuk. Bagaimana bus-bus kita atur, supaya jam 6 tidak masuk lagi Rantepao, karena membuat suasana macet. Ini yang kita programkan,” urai OmBas.

Berikut soal pengembangan sumber daya manusia (SDM), yakni sistem pola asrama. “Kalau kita mau bangun SDM di Toraja Utara, salah satu yang paling bagus adalah pola asrama. SMA Barana’ sudah mulai, tapi baru skala kecil. Kalau ada lima atau 10 sekolah di Toraja Utara begitu, saya yakin SDM kita akan bagus,” katanya.

Baca Juga  Pemkab Toraja Utara Segera Membongkar Pertokoan Lama Rantepao

Selain memaparkan program, OmBas juga meminta bantuan dari seluruh Sangtorayan, baik yang ada di Kementerian, BUMN, dan lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta untuk menggunakan jaringan yang dimiliki untuk membantu pembangunan di Toraja Utara.

“Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana membangun Toraja Utara? Tergantung bapak ibu yang hadir saat ini. Bantu kami dengan jaringan yang bapak ibu miliki. Bantu kami,” katanya.

Membantu pemerintah dalam membantu pembangunan Toraja Utara, kata OmBas, tidak bisa hanya retorika, teoritis, dan kamuflase. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya