Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » 5 Tahun Berturut-Turut, Himpunan Pelajar Mahasiswa Toraja (HIPMAT) Kota Parepare Gelar Program Bina Desa

5 Tahun Berturut-Turut, Himpunan Pelajar Mahasiswa Toraja (HIPMAT) Kota Parepare Gelar Program Bina Desa

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Program Bina Desa HIPMAT Kota Parepare di Lembang Pa’tengko Mengkendek. (Foto: Istimewa)

 


KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Dalam lima tahun terakhir, Himpunan Pelajar Mahasiswa Toraja (HIPMAT) Kota Parepare rutin menggelar kegiatan Bina Desa di Toraja.

Kegiatan yang mengangkat tema HIPMAT Siangkaran ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Tahun ini, para Pelajar dan Mahasiswa Toraja yang menempuh pendidikan berada di Kota Parepare ini menggelar HIPMAT Siangkaran di Dusun Kambuno Lembang Pa’tengko, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Kegiatan berlangsung selama satu bulan, mulai 28 Juli sampai 28 Agustus 2026.

Selama satu bulan di lokasi pengabdian, para pelajar dan mahasiswa ini melaksanakan berbagai kegiatan mulai dari kegiatan keagamaan, pendidikan dan sosial.

Pada bidang keagamaan, anggota HIPMAT Kota Parepare mengajar mengaji dan azan bagi anak-anak muslim, jadi khatib khutbah Jum’at, imam dan azan, pelatihan praktik sholat, membantu pelayanan di Gereja dan mengajar sekolah Minggu.

Untuk kegiatan pada bidang pendidikan, HIPMAT Kota Parepare menggelar lomba cerdas cermat tingkat SD, pelatihan ekstrakurikuler, mengajar di SD, sosialisasi anti bullying dan kerja bakti di sekolah.

Dan bidang sosial kemasyarakatan melalui kerja bakti rutin di rumah ibadah (Masjid dan Gereja), Jumat bersih, lomba 17 Agustus dan mengikuti berbagai kegiatan sosial masyarakat.

Saril selaku Ketua HIPMAT Kota Parepare mengatakan Himpunan Pelajar Mahasiswa Toraja (HIPMAT) Kota Parepare, merupakan wadah bagai pelajar dan mahasiswa Toraja yang berada di Kota Parepare.

“HIPMAT SIANGKARAN atau Bina Desa merupakan salah satu program kerja wajib HIPMAT Kota Parepare yang bertujuan Untuk mengapdikan diri kepada masyarakat melalui kegiatan ini mahasiswa berupaya menerapkan dan menyalurkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, agar dapat  memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, kegiatan HIPMAT SIANGKARAN ini berfokus pada tiga bidang yaitu, Pendidikan, Keagamaan, dan kemasyarakatan” tutur Saril

HIPMAT SIANGKARAN sudah berlangsung sebanyak 5 kali, yang pertama di laksanakan di Lembang Uluway, Lembang Tampo Simbuang , Lembang Bo’ne Buntu Sisong, Lembang Poton dan yang kelima di Lembang Pa’tengko. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Diminta Usut Tuntas Jaringan Mafia yang Diduga Jadi Penyebab Kelangkaan BBM di Toraja

    Polisi Diminta Usut Tuntas Jaringan Mafia yang Diduga Jadi Penyebab Kelangkaan BBM di Toraja

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Desianti/Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, NANGGALA — Sejumlah sopir truk asal Tana Toraja mengamankan satu unit mobil tangki yang diduga mengangkut bahan bakar minyak illegal jenis solar di jalan poros Rantepao-Palopo, tepatnya di Tandung Nanggala, Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, Sabtu, 8 Agustus 2026. Usai diamankan, truk tangki berwarna biru dengan nomor polisi DP 8120 UC bersama sopirnya dikawal menuju […]

  • Kamar Terlihat Kosong Bukan Berarti Bisa Langsung Ditempati, Ini Penjelasan RS Elim Rantepao Soal Penggolongan Pasien

    Kamar Terlihat Kosong Bukan Berarti Bisa Langsung Ditempati, Ini Penjelasan RS Elim Rantepao Soal Penggolongan Pasien

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — RS Elim Rantepao diterpa isu tak sedap. Ada keluarga pasien mengeluhkan adanya kamar kosong yang tidak dapat digunakan untuk pasien lain. Isu ini menyebar cepat dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Menanggapi isu ini, Manajemen RS Elim Rantepao menyatakan kondisi tersebut perlu dipahami secara utuh karena ketersediaan tempat tidur di rumah sakit […]

  • Sekolah Feminis; Sebuah Upaya Edukasi untuk Merekonstruksi Struktur Sosial Patriarkal

    Sekolah Feminis; Sebuah Upaya Edukasi untuk Merekonstruksi Struktur Sosial Patriarkal

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sekolah Feminis adalah sebuah upaya edukasi untuk merekonstruksi struktur sosial yang patriarkal. Sistem Patriarkal cenderung menghasilkan relasi kuasa atau budaya menindas yang membuat kelompok tertentu mengalami peminggiran atau ketertindasan. Sekolah Feminis ini merupakan salah satu program dari Badan Pengurus Nasional (BPN) Perkumpulan Perempuan Alumni Pendidikan Teologi di Indonesia (PERUATI). Untuk melaksanakan program […]

  • OPINI: Eksekusi Tongkonan; Ketika Kepastian Hukum Mengabaikan Kearifan Lokal

    OPINI: Eksekusi Tongkonan; Ketika Kepastian Hukum Mengabaikan Kearifan Lokal

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Dr.Marthen B.Salinding,S.H,M.H* Per tanggal 3 Juli 2025, publik dikejutkan oleh beredarnya video eksekusi rumah adat Tongkonan dan lumbung padi oleh Pengadilan Negeri Makale, Tana Toraja. Putusan pengadilan memang telah berkekuatan hukum tetap, dan eksekusi adalah bagian dari upaya negara menegakkan kepastian hukum. Namun, cara pelaksanaannya—menggunakan alat berat untuk merobohkan simbol budaya Toraja—meninggalkan luka sosial […]

  • UPDATE: Satu Korban Longsor Buntao’ Meninggal, 2 Orang Masih Dicari

    UPDATE: Satu Korban Longsor Buntao’ Meninggal, 2 Orang Masih Dicari

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Satu dari delapan orang korban tanah longsor yang terjadi di jalan poros Rantepao-Buntao, tepatnya di Salu Tembamba, Kelurahan Tallang Sura’, Kecamatan Bunto’, Toraja Utara, Jumat, 26 April 2024, meninggal dunia. Korban bernama Martina Lintin (49) atau Ma’ Lisa itu meninggal dunia sekitar pukul 14.30 Wita setelah dirawat beberapa saat di RS Elim […]

  • Tanah Bergerak, 7 Rumah Terancam, Warga Mengungsi

    Tanah Bergerak, 7 Rumah Terancam, Warga Mengungsi

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANO — Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah kecamatan Rano, sejak Selasa, 15 Februari 2022 mengakibatkan terjadinya tanah bergerak yang berpotensi longsor. Tanah bergerak dengan retakan yang cukup luas terjadi Saruran, Dusun Kayangan, Lembang Rano Tengah, Rabu, 16 Februari 2022 dinihari. Pata’ Elmas, salah seorang warga Rano Tengah, menyebut setidaknya ada 7 […]

expand_less