330 Siswa Sekolah Rakyat di Tana Toraja Mulai Masuk Asrama
- account_circle Arsyad/CR2 IP
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sejumlah siswa sedang berjalan menuju Gedung Asrama Sekolah Rakyat. (Arsyad)
KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Sebanyak 330 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 Kabupaten Tana Toraja mulai masuk asrama dan siap memulai proses belajar mengajar.
Ibadah bersama guru, siswa, orang tua siswa dan pemerintah daerah digelar Rabu 30 September 2026 menandai dimulainya penggunaan fasilitas gedung baru Sekolah Rakyat yang terletak di Jln Masuk Bandara Toraja di Mapongka, Lembang Marinding Kecamatan Mengkendek.
Kepala Dinas Sosial Adriana Saleng mengatakan 330 siswa ini akan menempati asrama dengan fasilitas setiap kamar akan diisi 20 siswa yang telah dilengkapi alat tidur, alat makan dan seragam.
Terkait fasilitas belajar, Adriana Saleng mengatakan siswa dan guru akan dilengkapi fasilitas pembelajaran yang menggunakan sistem digitalisasi seperti laptop dan fasilitas lainnya yang sementara dalam proses pengiriman.
Proses Pembangunan Belum Rampung
Meski siswa sudah masuk asrama untuk memulai proses pembelajaran, namum pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana Waskita – FYP KSO dan Konsultan pengawas PT Agrinas Pangan Nusantara – PT Antariksa Globalindo KSO hingga akhir bulan September 2026 belum juga selesai dikerjakan.
Progres proyek pembangunan Sekolah Rakyat dengan anggaran 241,3 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025/2026 di Kabupaten Tana Toraja belum juga rampung.
Sejumlah bagian gedung dan fasilitas pendukung masih dalam proses pengerjaan, kendaran proyek juga terlihat masih lalu lalang dalam lingkungan sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Adriana Saleng mengatakan meski proses pembangunan masih berlangsung namun fasilitas-fasilitas utama untuk siswa seperti asrama, ruang belajar dan kantin sudah siap digunakan.
Adriana mengatakan gedung Sekolah Rakyat yang dibangun bisa menampung 1.500 siswa sehingga dengan jumlah 330 siswa yang ada maka kapasitas gedung yang sudah rampung itu sudah mencukupi termasuk sarana pendukung seperti air bersih dan listrik.
Adriana Saleng mengatakan jika proses pembelajaran terus ditunda karena faktor pembangunan gedung yang belum rampung maka akan berdampak pada siswa yang akan tertinggal materi pembelajaran.
Terkait keselamatan siswa yang beraktivitas dalam lingkungan proyek, Adriana Saleng mengatakan pihak kontraktor telah membuat rute terpisah untuk membatasi aktivitas siswa dari area proyek yang masih dalam proses pengerjaan. (*)
- Penulis: Arsyad/CR2 IP
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar