Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Mengapa Suhu di Toraja Lebih Dingin dari Biasanya, Berikut Penjelasannya

Mengapa Suhu di Toraja Lebih Dingin dari Biasanya, Berikut Penjelasannya

  • account_circle Desianti/Rls
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTETAYO — Jika Anda merasa suhu di Toraja lebih dingin dari biasanya dalam beberapa hari terakhir, itu bukan tanpa sebab. Stasiun Meteorologi Toraja memiliki jawaban untuk itu.

Bahkan BMKG Stasiun Meteorologi Toraja mencatat, pada pagi hari suhu bisa mencapai angka 17.9-20.8 derajat Celsius selama bulan Juli 2025. Dan berdasarkan data histori Stasiun Meteorologi Toraja suhu terendah pernah mencapai 15.4 C pada Agustus 2020.

BMKG Stasiun Meteorologi Toraja juga memperkirakan suhu dingin ekstrim akan sering terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

Menurut BMKG Stasiun Meteorologi Toraja penyebab suhu dingin ektrim ini merupakan kombinasi dari beberapa faktor geografis dan musiman.

Ketinggian Geografis: Wilayah yang terletak di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata sekitar 700 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Semakin tinggi suatu lokasi, semakin rendah suhu udaranya. Kondisi ini secara alami membuat Toraja lebih sejuk dibandingkan wilayah pesisir.

ARTIKEL TERKAIT: “Dinginnya Toraja” Trending Topik di Media Sosial, Begini Penjelasan BMKG

Musim Kemarau: Fenomena suhu dingin ini bertepatan proses menuju dan saat terjadinya musim kemarau. Angin Muson Timur: Di musim kemarau, Indonesia umumnya dipengaruhi oleh Angin Muson Timur yang bertiup dari Benua Australia. Angin ini membawa massa udara yang cenderung kering dan dingin. Massa udara dingin ini kemudian memengaruhi wilayah-wilayah yang dilaluinya, termasuk Toraja.

Saat puncak musim kemarau dalam beberapa bulan kedepan, secara umum tutupan awan relatif sedikit, memungkinkan panas dari permukaan bumi terpancar kembali ke atmosfer dengan lebih cepat pada malam hari. Akibatnya, suhu udara di malam hari hingga dini hari dapat turun drastis. Langit yang cerah dan minim awan juga menyebabkan radiasi matahari tidak terhalang, namun pada malam hari, efeknya berbalik, yaitu pelepasan panas secara maksimal.

Dampak dan Himbauan kepada Masyarakat

Meskipun suhu dingin ini memberikan suasana yang umum terjadi saat musim kemarau masyarakat setempat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan. Penggunaan pakaian hangat, konsumsi makanan dan minuman yang menghangatkan tubuh, serta memastikan kondisi fisik prima sangat dianjurkan untuk menghindari risiko penyakit. (*)

  • Penulis: Desianti/Rls
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 600-an Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Timkes Yubileum 85 Tahun BPKT

    600-an Warga Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Timkes Yubileum 85 Tahun BPKT

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTETAYO — Tim Kesehatan (Timkes) Panitia Yubileum 85 Tahun Baptis Petama Katolik di Toraja (BPKT) kembali menggelar bakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis di halaman gereja Katolik, Paroki Santo Paulus Rantetayo, Tana Toraja, Minggu, 7 Mei 2023. Kurang lebih 605 orang warga, baik umat Katolik maupun umat beragama lain, mendapat berbagai layanan kesehatan secara […]

  • Salah Satu Member Jadi Korban Kebakaran di Pasar Baru Sangalla’, Toraja Fishing Club Salurkan Bantuan

    Salah Satu Member Jadi Korban Kebakaran di Pasar Baru Sangalla’, Toraja Fishing Club Salurkan Bantuan

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ — Nifhul Khair adalah 1 dari 10 Kepala Keluarga yang harta bendanya habis dilalap api dalam musibah kebakaran yang terjadi di Kompleks Pasar Baru Sangalla’, Senin, 26 April 2021 lalu. Nifhul Khair adalah salah satu anggota komunitas mancing Toraja yang lebih akrab dengan sebutan Toraja Fishing Club (TFC). Mendengar musibah kebakaran menimpa rumah […]

  • Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkab Tana Toraja Tanam 23 Ribu Pohon

    Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Pemkab Tana Toraja Tanam 23 Ribu Pohon

    • calendar_month Rabu, 5 Jun 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE SELATAN — Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2024, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja melakukan penanaman pohon di seluruh wilayah Tana Toraja. Khusus di Agrowisata Pango-Pango, Kecamatan Makale Selatan, yang dilaksanakan pada Rabu, 5 Juni 2024, ditanam sebanyak 3.000 pohon. Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Toraja, Rudhy Andi Lolo, dalam keterangannya kepada wartawan […]

  • Kantor Lurah Bokin, Toraja Utara, Disegel

    Kantor Lurah Bokin, Toraja Utara, Disegel

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEBUA — Kantor Lurah Bokin, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, disegel. Oknum Kepala Dusun Ulusalu, Sampelino Lamba’, diketahui merupakan orang yang melakukan penyegelan tersebut. Sampelino menyegel kantor Kelurahan itu dengan cara memalang menggunakan kayu dan memaku pintu kantor lurah. Akibatnya, aparat kelurahan tidak bisa berkantor sejak Jumat, 15 april 2022. Sampelino Lamba’, menegaskan dirinya […]

  • Tiga Kasat dan Kapolsek di Lingkup Polres Tana Toraja Dimutasi

    Tiga Kasat dan Kapolsek di Lingkup Polres Tana Toraja Dimutasi

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tana Toraja berganti. AKP Syamsul Rijal yang sudah bertugas selama kurang lebih satu tahun dimutasi ke Polres Enrekang. Posisinya digantikan oleh AKP Saiyed Ahmad Aidid. Selain Kasat Reserse, dua perwira lainnya, yakni Kasat Intelkam dan Kasat ResNarkoba, juga dimutasi. Juga tiga Kapolsek, masing-masing Kapolsek Mengkendek, Kapolsek […]

  • Safari Ketua Umum Fasilitasi Pembentukan Pengurus PMTI Kabupaten/Kota di Sulsel

    Safari Ketua Umum Fasilitasi Pembentukan Pengurus PMTI Kabupaten/Kota di Sulsel

    • calendar_month Selasa, 28 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, PARE-PARE — Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa melakukan safari mengunjungi masyarakat Toraja di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Tujuannya, selain bersilaturahmi, juga menerima aspirasi masyarakat untuk membentuk PMTI Kabupaten/Kota. Safari dimulai dari Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Kehadiran Ketua Umum PMTI dan rombongan disambut hangat masyarakat Toraja […]

expand_less