Polres Toraja Utara Selidiki Kebakaran Hutan di Baruppu’ yang Hanguskan Liang dan Ratusan Peti Mayat
- account_circle Arsyad/Monik
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sat Reskrim Polres Toraja Utara saat melakukan olah TKP di lokasi kebakaran yang hanguskan liang dan ratusan peti mayat di Baruppu’ . (Foto: istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, BARUPPU’ — Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Toraja Utara mulai melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran hutan yang menyebabkan Liang (Kuburan Khas Toraja) yang berisi ratusan peti mayat yang ikut terbakar di Dusun Salurea Rangri Kelurahan Baruppu’ Selatan Kecamatan Baruppu’ Toraja Utara Jumat malam hingga Sabtu 23 sampai 24 Oktober 2026 ke Polres Toraja Utara.
Personil Sat Reskrim Polres Tana Toraja yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Iptu Ruxon melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran Senin 26 Oktober 2026.
Penyelidikan ini sebagai tindak lanjut dari Laporan Polisi Lurah Baruppu’ Selatan Natan Pongtoko pada Sabtu malam 24 Oktober 2026 terkait peristiwa yang diduga terjadi karena kesengajaan.
Kasat Reskrim Polres Toraja Utara Iptu Ruxon yang dikonfirmasi Selasa siang 27 Oktober 2026 membenarkan jika pihaknya telah melakukan olah TKP terkait peristiwa kebakaran tersebut.
“Tim sudah turun kemarin, saat ini kita lakukan penyelidikan dan sudah mengambil keterangan beberapa orang saksi” tutur Iptu Ruxon.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu’ Selatan Kecamatan Baruppu’ Toraja Utara Jumat malam hingga Sabtu 23 sampai 24 Oktober 2026 ke Polres Toraja Utara.
Kebakaran diperparah karena api meluas dan merambat ke area Liang (Kuburan Khas Toraja) yakni Liang Pongtimban dan menghanguskan ratusan peti mayat.
Liang Pongtimban sendiri adalah liang batu yang berada di tebing dengan puluhan lubang liang. Setiap lubang berisi peti mayat satu rumpun keluarga.
Liang tersebut merupakan lokasi pemakaman yang telah digunakan sejak zaman dahulu sehingga peti mayat yang ada didalamnya sudah sangat banyak bahkan mencapai ratusan. (*)
- Penulis: Arsyad/Monik
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar