Wujud Toleransi, Halaman Masjid Jadi Tempat Ibadah Penguburan Warga Kristen di Gandangbatu
- account_circle Admin Kareba
- calendar_month Sen, 22 Jan 2024

Ibadah pemakaman seorang warga Kristen yang dilaksanakan di halaman masjid Masjid Nurul Jihad Bamba, Lembang Gandangbatu, Tana Toraja. (Foto: dok. istimewah).
KAREBA-TORAJA.COM, GANDANGBATU — Ibadah penguburan salah satu warga bernama Paulus Pion di Bamba, Lembang Gandangbatu Kecamatan Gandangbatu Sillanan memperlihatkan pemandangan dan suasana yang sangat adem, jika ditinjau dari sisi toleransi beragama.
Betapa tidak, ibadah penguburan yang dipimpin oleh Pdt. Tangi Timbang S.Th itu digelar di halaman Masjid Nurul Jihad di Bamba, Lembang Gandangbatu, Sabtu, 20 Januari 2024.
Barung (pondok) tempat para tamu yang hadir melayat juga dibuat mengelilingi halaman Masjid.
Pemandangan ini terjadi bukan tanpa sebab, namun karena sejak kecil Almarhum Paulus Pion tinggal bersama neneknya bernama Nenek Sunarti yang merupakan penganut agama Islam.
Rumah Nenek Sunarti memang bersampingan dengan Masjid Nurul Jihad Bamba, Lembang Gandangbatu.
Salah seorang warga Gandangbatu bernama Pandu menceritakan jika sejak kecil Almarhum Paulus Pion memang sudah tinggal bersama neneknya yang beragama Islam disamping Masjid tersebut.
Pandu mengatakan meskipun tinggal dirumah neneknya yang Islam, namun proses perkabungan hingga ibadah pemakaman tetap dengan cara Kristen dan hal itu tidak menjadi persoalan bagi keluarga dan jamaah masjid.
Pandu juga mengatakan meskipun ibadah pemakaman dilakukan di halaman masjid namun keluarga tetap memperhatikan hal-hal yang tidak seusai dengan ajaran Islam, misalnya daging babi tidak dibolehkan dibawa ke halaman masjid.
“Daging babi untuk konsumsi keluarga Kristen yang datang melayat ditempatkan di tempat khusus yang jauh dari area masjid,” jelas Pandu. (*)
Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur
- Penulis: Admin Kareba
Saat ini belum ada komentar