Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Gelar Unjuk Rasa, AMTU Minta DPRD Toraja Utara dan Pemerintah Jalin Sinergitas

Gelar Unjuk Rasa, AMTU Minta DPRD Toraja Utara dan Pemerintah Jalin Sinergitas

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sekitar seribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja Utara (AMTU) menggelar aksi unjuk rasa di di kantor DPRD Toraja Utara, Senin, 5 Juni 2023.

Dalam aksinya, kelompok masyarakat ini menolak sejumlah rekomendasi DPRD Toraja Utara tekait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Toraja Utara tahun 2022.

Mereka juga meminta agar DPRD dan pemerintah menjalin sinergitas, sehingga proses pembangunan di Toraja Utara bisa berjalan dengan lancar dan aman.

Yamannari te beberapa poin dalam rekomendasi (DPRD) yang menurut kami masyarakat itu sudah baik adanya tapi disayu pallak. Bisakah diperbaiki bahasanya sehingga ada sinergitas antara DPRD dan pemerintah,” tandas Samuel Barumbun, Koordinator Aksi.

“Tujuan kami datang ini adalah bahwa rekomendasi itu akan diperbaiki. Akan diubah bahasanya. Jangan ada Bahasa yang menyinggung,” ujarnya lebih lanjut.

Adapun sejumlah rekomendasi Pansus LKPJ DPRD Toraja Utara yang dipersoalkan adalah peningkatan mutu kinerja ASN, pembangunan infraktruktur jalan yang menjadi sekala prioritas.

Kemudian, soal metode pembangunan rumah ibadah dan sarana pendukungnya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Toraja Utara yang dianggap sudah tepat dan perlu dilanjutkan.

Kemudian, terkait mutu pendidikan, sekolah penggerak, pasar hewan Bolu, Alung-alun Kota Rantepao. Lalu, event sepakbola Bupati Cup, dan Festival Paduan Suara Rohani.

Menurut AMTU, semua program-program yang dilaksanakan Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang dan Frederik Victor Palimbong sudah sangat baik dan patut didukung.

Aksi unjuk rasa ini nyaris ricuh, namun berhasil diredakan.

Aksi unjuk rasa ini juga diwarnai dengan spanduk-spanduk dengan tulisan yang seragam “Menolak Rekomendasi DPRD”. Spanduk-spanduk itu juga tertulis mewakili masyarakat, baik lembang maupun kecamatan.

Setelah menyampaikan orasi di depan kantor DPRD, massa membubarkan diri. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menang Telak di Toraja, Relawan Prabowo-Gibran Gelar Syukuran

    Menang Telak di Toraja, Relawan Prabowo-Gibran Gelar Syukuran

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pelaksanaan Pemilu yang berlangsung aman, lancar, dan damai serta kemenangan besar diraih Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Toraja memberi satu kesyukuran tersendiri untuk tim dan relawan. Bertempat di Hotel Toraja Prince Tallunglipu, Sabtu, 24 Februari 2024, ratusan relawan berkumpul menggelar ibadah syukur dan makan siang bersama. Mereka […]

  • 18 September, World Cleanup Day Akan Digelar di Tana Toraja, Ikutan Yuk!

    18 September, World Cleanup Day Akan Digelar di Tana Toraja, Ikutan Yuk!

    • calendar_month Sabtu, 11 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — World Cleanup Day merupakan aksi membersihkan sedunia yang diadakan serentak setiap tahun dan telah dilaksanakan di 166 negara, termasuk Indonesia, melibatkan lebih dari 200 kabupaten di 34 Provinsi sejak tahun 2018. Aksi berskala global yang melibatkan masyarakat umum dari segala pihak ini tentunya merupakan aksi yang besar dan sekiranya dapat membawa perubahan […]

  • Siswa Kelas 1 SDN 3 Rantepao Laksanakan Gelar Karya P5

    Siswa Kelas 1 SDN 3 Rantepao Laksanakan Gelar Karya P5

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Puluhan siswa kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, menggelar karya Projek, Profil, Penguatan, Pelajaran, Pancasila (P5), dengan topik gaya hidup berkelanjutan, tema makananku budayaku dan sub tema makanan tradisional, Sabtu, 31 Mei 2025. Khusus di kelas satu tiga (1.3) ada lima kelompok, dan saat penilaian rata-rata mendapatkan […]

  • Begini Desain Jembatan Kembar Malango’, Bupati Minta Segera Tuntaskan Pembasan Lahan

    Begini Desain Jembatan Kembar Malango’, Bupati Minta Segera Tuntaskan Pembasan Lahan

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Desain jembatan kembar di Malango’, Kelurahan Malango’, Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara, sudah ada. Jembatan baru akan dibangun berdampingan dengan jembatan lama. Tinggal masalah pembebasan lahan. Soal pembebasan lahan ini menjadi perhatian utama Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang saat memimpin rapat yang dihadiri Bappeda, BPKAD, Dinas PU, Dinas Perkimtan, Bagian Pembangunan Setda, Bagian […]

  • Jelang Kedatangan Presiden, Pesawat Garuda Proving Flight di Bandara Toraja

    Jelang Kedatangan Presiden, Pesawat Garuda Proving Flight di Bandara Toraja

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Pesawat Garuda Indonesia melakukan proving flight (penerbangan uji coba) guna memastikan kesiapan maskapai untuk rute penerbangan Makassar-Toraja di Bandara Toraja (Toraja Airport), Selasa, 16 Maret 2021. Pesawat Garuda Indonesia tipe ATR 72-600 mendarat di landasan pacu Bandara Toraja yang terletak di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, tepat pukul 10.45 Wita. Ini merupakan […]

  • OPINI: Kemunduran Budaya dan Tragedi Tongkonan; Saat Warisan Leluhur Menjadi Korban Sengketa

    OPINI: Kemunduran Budaya dan Tragedi Tongkonan; Saat Warisan Leluhur Menjadi Korban Sengketa

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Imanuel* KEMUNDURAN budaya menjadi ancaman serius yang kian nyata di era modern saat ini. Nilai-nilai luhur yang telah dibangun oleh leluhur kita selama ribuan tahun kini mulai memudar, tidak lagi dijunjung sebagai warisan kebanggaan, melainkan seringkali menjadi korban dalam konflik sosial dan persoalan hukum. Salah satu potret menyedihkan dari kemunduran ini dapat dilihat dari […]

expand_less