oleh

BERITA FOTO: Lembang Randanan, Tana Toraja, Berbenah Menuju Desa Wisata

KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK —-  Bentang alam berupa area persawahan yang luas dan tersusun rapih, diapit dua gugusan karst Gunung Kandora dan Tinoring, tanah yang subur, pasokan air yang terjaga, jalan-jalan kampung dan pekarangan yang bersih nan rapih, menjadi modal awal Lembang Randanan, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, memproklamirkan diri sebagai Desa Wisata.

Jaraknya yang hanya 5 km dari Makale, ibukota Kabupaten Tana Toraja, dan 7 km dari Bandara Toraja, juga menjadi faktor pendukung Lembang Randanan dikelola menjadi desa tujuan Wisata.

Selain itu, Lembang Randanan juga sangat dikenal sebagai sentra budidaya ikan mas karena tidak pernah kekurangan air. Potensi inj juga menjadi modal bagi Lembang Randanan dikembangkan sebagai kawasan kuliner ikan mas.

Baca Juga  VIDEO: Detik-detik Rumah Roboh Akibat Tanah Bergerak di Rembon, Tana Toraja

Berbagai produk olahan ikan mas seperti abon dan empek-empek Palembang juga telah diinovasi oleh masyarakat Lembang Randanan.

Keseriusan masyarakat Lembang Randanan untuk menjadi Desa Wisata secara konsisten terus diperlihatkan.

Salah satunya adalah menggandeng Fakultas Pertanian UKI Toraja dalam pengembangan budidaya Cabe Katokkon organik dan ragam budidaya tanaman lainnya.

Lembang Randanan pun bersiap untuk menjadi “Kampung Katokkon” Toraja.

Untuk mulai memperkenalkan diri menuju desa wisata, Sabtu, 8 Oktober 2022 masyarakat Lembang Randanan menggelar kegiatan jalan santai menyusuri jalan-jalan desa dalam wilayah Lembang Randanan.

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat, pemerintah, swasta, para pelaku pariwisata, penggiat pariwisata dan mahasiswa UKI Toraja.

Vita Damayanti, penggagas Desa Wisata Lembang Randanan mengatakan jalan santai ini ada ajang perkenalan sekaligus menjadi tanda dimulainya kerja -kerja bersama menuju Desa Wisata Lembang Randanan.

Baca Juga  ASN, Swasta, dan Perguruan Tinggi Diminta Ikut Bergotong-royong Tekan Stunting dengan Pola Adopsi

Vita Damayanti mengatakan, selain mengandalkan pesona alam yang indah, pemberdayaan masyarakat juga sudah mulai berjalan melalui kelompok -kelompok binaan seperti pembuata roti yang didistribusikan ke Cafee di Makale dan pembuatan empek-empek Palembang serta abon ikan mas.

“Selain itu, pengembangan pertanian oleh kelompok dasawisma dengan melibatkan UKI Toraja sebagai pembina dan ke depan akan dilakukan juga pembinaan tenun Toraja,” urai Vita Damayanti.

Vita Darmayanti mengatakan selain pesona alam dan aktivitas pemberdayaan masyarakat yang akan menjadi daya tarik, tentu ada potensi wajib  sebagai ciri khas Toraja yang ada di Lembang Randanan yakni adat dan budaya Toraja dimana di Lembang Randanan berdiri banyak Tongkonan tua dan kuburan -kuburan batu.

Baca Juga  25 Anggota Keluarga dan Orang Dekat Ketua DPRD Tana Toraja Dites Swab

“Sudah ada beberapa konsep yang kita susun kedepan salah satunya adalah menjadikan Lembang Randanan sebagai Kampung kuliner dengan melihat potensi budidaya perikanan di Lembang Randanan,” tutup Vita Damayanti. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Foto: Bernard Ely
Editor: Arthur

Komentar