Ini Penyebab Suhu Udara Terasa Gerah Pada Malam Hari dan Panas Terik Saat Siang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jum, 20 Mei 2022

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sejumlah warga Toraja mengeluhkan suhu udara yang berubah-ubah, terutama sejak awal hingga menjelang akhir Mei 2022. Pada siang hari terasa panas terik, terkadang diselingi hujan sebentar, lalu panas lagi dan pada sore harinya hujan.
Kemudian, pada malam hari, banyak pula warga yang mengeluhkan suhu panas sehingga mereka merasa gerah hingga berkeringat saat tidur.
Lalu, apa penyebab suhu yang mudah berubah tersebut? Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Pongtiku Tana Toraja, Burhanuddin, menjawabnya. Ia menyebut, pada bulan Mei ini cuaca panas dan gerah pada siang maupun malam hari dipicu oleh beberapa factor.
Yang pertama, posisi semu Matahari bulan Mei ini posisi matahari berada di utara equator/garis khatulistiwa yang mengindikasikan bahwa wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, sehingga pertumbuhan awan relatif sedikit pada pagi hingga siang hari yang berdampak pada penerimaan sinar matahari ke bumi sangat optimal karena tidak terhalang oleh awan.
Yang kedua, daratan yang bersifat menyerap radiasi Matahari. Wilayah Toraja yang sebagian besar adalah daratan yang sifat daratan itu sendiri adalah menyerap dan menyimpan radiasi matahari, berbeda dengan lautan yang langsung dipantulkan kembali ke udara.
“Pada siang hari daratan akan meyerap sinar matahari dan kemudian dipantulkan kembali ke udara pada malam hari. Ketika pantulan sinar matahari ke udara dan banyak pertumbuhan awan maka suhu panas akan kembali lagi ke bumi dan hal inilah yang mengakibatkan suhu gerah atau panas pada malam hari,” jelas Burhanuddin.
Penyebab ketiga adalah bahwa pada bulan Mei wilayah Toraja berada pada fase pancaroba, antara musim hujan dan musim kemarau. “Prakiraan musim kemarau 2022 diwilayah Toraja akan terjadi pada pertengahan bulan Juli,” katanya.
Pancaroba merupakan peralihan musim dari penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya yang ditandai dengan cuaca yang cepat berubah-ubah.
Penjelasan ini diuraikan berdasarkan pengamatan suhu udara maximum / minimum di Stasiun Meteorologi Pongtiku Tana Toraja tanggal 01 – 12 Mei 2022. (*)
Penulis: Desianti
Editor: Arthur
- Penulis: Redaksi
Saat ini belum ada komentar