oleh

Terkait Pembunuhan 4 Warga Poso Asal Toraja, Masyarakat Lore Kirim Surat Terbuka kepada Presiden

KAREBA-TORAJA.COM, POSO — Puluhan perwakilan masyarakat Kampai Tampo Lore dari Kecamatan Lore Bersaudara mendatangi gedung DPRD Kabupaten Poso, Senin, 17 Mei 2021. Mengenakan pakaian hitam dengan ikat kepala merah sebagai tanda duka cita, mereka menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo melalui Ketua DPRD setempat.

Dikutip dari laman FB Sekretariat DPRD Poso, berikut 5 poin Surat Terbuka Perwakilan Masyarakat KAMPAI TAMPO LORE yang ditujukan Kepada Presiden Republik Indonesia.

  1. Meminta dengan hormat yang mulia Bapak Presiden Republik Indonesia untuk hadir di tanah Poso sebagai konsekuensi perlindungan rakyat Indonesia yang ada di tanah Poso.
  2. Meminta dengan hormat yang mulia Bapak Presiden Republik Indonesia sebagai Panglima Tertinggi untuk dengan segera menyelesaikan secara tuntas masalah keamanan di tanah Poso.
  3. Meminta dengan hormat yang mulia Bapak Presiden Republik Indonesia untuk memberikan jaminan sosial dan pemberdayaan ekonomi demi kelangsungan hidup seluruh masyarakat Kabupaten Poso, khususnya masyarakat yang bermukim dan bertani di sekitar kawasan Gunung Biru yang sampai saat ini tidak dapat beraktifitas karena ketidakamanan.
  4. Meminta dengan hormat yang mulia Bapak Presiden Republik Indonesia untuk memberikan santunan duka dan jaminan sosial bagi para keluarga korban tragedi kemanusiaan di tanah Poso.
  5. Kawasan Tampo Lore memiliki potensi yang sangat strategis, antara lain terdapat benda-benda cagar budaya batuan megalith, yang sudah terdata dan terdaftar dalam registrasi Nasional sebanyak lebih dari 1400BCB yang berumur lebih dari 3000 tahun sebelum masehi, terdapat cagar biosfer lore – lindu yang yelah di tetapkan oleh UNESCO sejak tahun 1976 menjadikan Tampo Lore sebagai paru-paru dunia, oleh karena itu meminta dengan hormat yang mulia Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mengeluarkan Keputusan Presiden tentang “Kawasan Strategis Nasional Tampo Lore”.
Baca Juga  Pembantaian Warga Sipil di Poso Berulang, PMTI Minta Negara Bertindak Tegas

Demikian surat terbuka dari perwakilan Masyarakat Kampai Tampo lore yang dibacakan sekaligus di serahkan kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Poso untuk ditidak lanjuti agar segera mendapatkan perhatian dan respon secepatnya dari yang mulia Bapak Presiden Republik Indonesia.

Surat terbuka masyarakat Kampai Tampo Lore ini diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Poso, Sesi Kristina Mapeda. Dia berjanji akan meneruskan surat tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya diberitakan, pada Selasa, 11 Mei 2021 pagi menjelang siang, beberapa warga sipil asal Toraja sedang melakukan kegiatan di kebun mereka yang berada di Lembah Napu, Poso. Tak berapa lama, sekelompok orang, yang diduga anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) muncul. Beberapa warga yang melihat kedatangan mereka langsung melarikan diri ke kampung terdekat. Namun naas bagi dua orang warga, yakni Marthen Solo, 52 tahun, Simson Susah atau Ne’ Uban, 62 tahun yang tidak sempat melarikan diri. Keduanya dibantai secara sadis oleh kepompok teroris tersebut.

Baca Juga  BPS Gereja Toraja Kecam Aksi Terorisme yang Membantai 4 Warga Asal Toraja di Poso

Selang beberapa jam kemudian, aparat kepolisian dan TNI yang mendapat laporan dari warga tentang kemunculan orang tak dikenal di Lembah Napu, langsung melakukan penelusuran dan mengevakuasi jenazah dua korban.

Tak jauh dari lokasi penemuan pertama, Tim Satgas Madago Raya menemukan lagi dua jenazah warga sipil. Kedua jenazah itu teridentifikasi bernama Paulus Papa, 42 tahun dan Lukas Lese’, 50 tahun. Keduanya juga warga sipil asal Toraja. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya