oleh

OPINI: Pancasila Sebagai Nilai Demokrasi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Oleh: Irine Christianita

PENGERTIAN dari demokrasi Pancasila bisa dilihat secara umum dan khusus, serta dilihat dalam Kamus Besar BahasaIndonesia. Pancasilamerupakan demokrasi berdasarkan sila Pancasila dilihat sebagai suatu keseluruhan yang utuh.

Secara umum, pengertian demokrasi Pancasila adalah sebuah paham demokrasi yang dilandasi oleh prinsip-prinsip yang ada di dalam Pancasila.Demokrasi Pancasila juga berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong-royong, dengan tujuan kesejahteraan masyarakatnya.

Proses demokrasi Pancasila ini berlangsung dari 1945 hingga1950. Bung Hatta memiliki peran besar dalam tercetusnya Pancasila. Hinggasaat ini pedoman ini diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai pilar utama bagi bangsa Indonesia, falsafah hidup bangsa yang memuat nilai-nilai yang mendeskripsikan jiwa bangsa Indonesia.

Memudarnya nilai-nilai Pancasila menjadi permasalahan bangsa ditengah era globalisasi yang menyajikan begitu banyak hal yang tidak sejalan dengan nilai-nilai demokrasi Pancasila.

Ada beberapa nilai-nilai Demokrasi Pancasila, sebagaiberikut:

  1. Pengakuan dan tanggungjawab kepada TuhanYangMaha Esa
  2. Menjamin dan menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa
  3. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara saja, tetapi Pancasila juga menjadi demokrasi dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Bangsa Indonesiayang memiliki ciri multi-etnis sudah tidak lagi memiliki filosofi sebagai norma fundamental dari nilai-nilai dalam kehidupan bersama, sementara pengaruh global semakin kuat menerpa bangsa Indonesia. Akibatnya integrasi antar etnis dalam kehidupan kebangsaan di Indonesia pudar, bahkan hampir runtuh.

Baca Juga  FOTO: Kenakan Pakaian Adat, Forkopimda Tana Toraja Ikuti Zoom Meeting Hari Lahir Pancasila

Kenyataan itu sebagai wujud kongkrit akibat lemahnya pemahaman terhadap filosofi dan ideologi bangsa, dan terlebih lagi akibat dari perkembangan situasi politik Indonesia yang semakin jauh dari nilai-nilai kebangsaan dan etika politik yang sehat. Olehsebabitu, mari kita coba untuk menggali lagi tentang makna Pancasila sebagai nilai dasar fundamental bangsa dan negara. Selain itukita bisa melihat eksistensi Pancasila sebagai pemersatu dalam keanekaragaman kehidupan masyarakat Indonesia dan demokrasi separti apa yangdicita-citakan oleh masyarakat untuk mencapai dinamikapolitik yangsesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila bersifat universal yang memperlihatkan nafas humanism. Karenanya Pancasila dapat dengan mudah diterima oleh siapa saja. Sekalipun Pancasila memiliki sifat universal, tetapi tidak begitu saja dapat diterima oleh semua bangsa. Perbedaannya terletak pada fakta sejarah bahwa nilai-nilai secara sadar dirangkai dan disahkan menjadi satu kesatuan yang berfungsi sebagai basis perilaku politik dan sikap moral bangsa. Dalam arti bahwa Pancasila adalah milik khas bangsa Indonesia dan sekaligus menjadi identitas bangsa berkat legitimasi moral dan budaya bangsa Indonesiasendiri, karena Pancasila itu digali dari nilai-nilai luhur yang terkandung dan hidup dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Apel Peringatan Hari Lahir Pancasila Pramuka Kwartir Ranting Gandangbatu Sillanan

Nilai-nilai khusus yang termuat dalamPancasila dapat ditemukan dalam sila-silanya. Wujud penerapan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menghargai apapun hasil dari musyawarah, ikut serta dalam pemilihan umum, pilpres, dan pilkada, memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat yang telah terpilih dan yang menjadi wakil rakyat juga harus mampu membawa aspirasi rakyat.

Tujuan dan cita-cita nasional negara Indonesia dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia diungkapkan bahwa Indonesia menyatakan kemerdekaannya dan kemudian membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Dari tujuan dan cita-cita Negara Indonesia tersebut terlihat Indonesiatidak hanya menciptakan kebaikan bagi masyarakat Indonesia namun juga ingin mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia (Cholisin,2012:11). Jika ingin mencapai tujuan bangsa maka harus ada Kerjasama antara masyarakat dan juga negara.

Jadi kita sebagai generasi muda bangsa harus bisa membangun Kerjasama yang baik, danbisamembangun generasi-generasi selanjutnya, menjadi generasi yang membela negara, dan pahamakan tanggung jawabnya sebagai generasi bangsa. Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan prinsipan nasional terilhami dari sila ketiga Pancasila. Rasa kekeluargaan dalam Negara Republik Indonesia memunculkan persatuan nasional dalam setiap masyarakat. Persatuan nasional juga sangat penting dalam pertahanan negara agar negara dapat kuat saat ada gangguan, baik dari dalam maupun dari luar. Untuk itu sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Baca Juga  Utusan dari 28 Universitas Jawa dan Sumatera Belajar Kerukunan Beragama di Toraja Utara

Berikut beberapa hal yangmenunjukan refleksi pribadi saya tentang tradisi atau kebiasaan bertanggungjawab untuk hal yangharus dilakukan sebagai generasi bangsa dalam bermasyarakat dan bersosialisasi yang sesuai dengan semangat Demokrasi Pancasila. Diharapkan dengan adanya Demokrasi Pancasila di Indonesia bisa meningkatkan rasa toleransi terhadap sesama warga negaraIndonesia. Tapi sangat disayangkan negara kita masih banyak yang belum bisa bertoleransi antar sesama, bahkan tidak jarang kita temui banyak masyarakat konflik hanya karna perbedaan agama. Ini menjadi salah satu permasalahan yang sampai saat ini masih menjadi ketakutanbagi bangsa, karna perbedaan ini dan masyarakat tidak bisa saling toleransi. Maka itu yang lama-kelamaanakan menghancurkan bangsa.

Itulah pentingnya kita belajar tentang demokrasi Pancasila supaya negara kita menjadi negara yang demokratis. (*)

IRINE CHRISTIANITAMahasiswa Prodi Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.

Komentar