oleh

Mengenal Apriana Toding; Profesor Perempuan Pertama Teknik Elektro di Toraja, LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, dan Kawasan Timur Indonesia

Ketika KPU Kabupaten Tana Toraja memilihnya menjadi salah satu panelis pada acara Debat Kandidat I Pilkada Tana Toraja di Gedung Tammuan Mali’ Bittuang, 31 Oktober 2020 yang lalu, banyak orang bertanya-tanya, siapakah dia? Betapa tidak, dari lima panelis, hanya dia satu-satunya perempuan, menyandang gelar Profesor dan berstatus Guru Besar Teknik Elektro UKI Paulus Makassar.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Dalam waktu berdekatan, Toraja kehilangan dua orang Guru Besar yang bergelar Profesor. Keduanya adalah Prof. dr. Randanan Bandaso, SpPA(K), SpF, Sp. Andro, MSc yang meninggal pada 16 Oktober 2020 dan Prof. Dr. Ir. Ayub Padangaran yang meninggal pada 1 November 2020. Sebelumnya, pada 7 Mei 2019 yang lalu, Toraja juga kehilangan Prof. Dr. Aris Pongtuluran, MPH, Ph.D.

Namun, Toraja tidak pernah kehabisan orang hebat. Kehadiran Prof. Apriana Toding, ST., M.EngSc., Ph.D di depan publik memang memberi harapan dan optimisme, bahwa ke depan, akan lahir lebih banyak Profesor/Guru Besar dari Toraja.

Baca Juga  Momentum Hari Kartini, Komunitas Arrang Dibatu Gelar Talk Show “Baine Toraya yang Menginspirasi

Prof. Apriana Toding, ST., M.EngSc., Ph.D meraih jabatan fungsional akademik Guru Besar pada usia yang masih relatif muda, 43 tahun. Guru Besar Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) Makassar ini menerima SK Jabatan Fungsional Guru Besar (GB/Professor) pada 27 Oktober 2020 yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDikti IX Prof. Dr. Jasruddin, M.Si di Auditorium Ridwan Saleh Mattayang, Kantor LLDikti IX Makassar.

Putri dari Thomas Toding dan Agustina Limbong asal Sereale Tammuan Limbong – Torea – Ponglu, Toraja Utara itu, juga memiliki segudang prestasi akademik, baik tingkat nasional maupun internasional. Terbaru, dia terpilih sebagai pemenang Ide-Ide Terbaik Covid-19 INA IDEAthon 2020 (#InovasiAtasiCOVID19) dari Kemenristek dan Badan Riset Inovasi Nasional. Dia memenangkan ide terbaik itu melalui karya berjudul “Implementasi Teknologi MIMO Relay System Sebagai Inovasi IoT Dalam Mendukung Proses Pembelajaran Jarak Jauh Area  3T Pada Kondisi COVID-19 Di Indonesia”.

Baca Juga  UKI Paulus Raih 8 Penghargaan LLDIKTI Wilayah IX Award, Prof Apriana Toding Dosen Berprestasi

Saat ini, Prof. Apriana Toding, ST., M.EngSc., Ph.D adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UKI Paulus Makassar. Dia lahir di Sumbawa, NTB, 3 April 1977. Menyelesaikan Strata 1 di UKI Paulus Makassar tahun 2000, kemudian menyelesaikan S2 dan S3 di Curtin University Perth Australia Barat 2005 dan 2014.

Bersama suami dan kakak saat menerima SK Jabatan Fungsional Guru Besar (GB/Professor) pada 27 Oktober 2020.

Di sela kesibukannya di UKI Paulus Makassar, ibu dua anak ini masih menyempatkan waktu untuk mendampingi para guru di SDN 9 Tikala, Toraja Utara dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran jarak jauh. Sebelumnya, pada tahun lalu, dia juga melakukan penelitian tentang Pengenalan Dampak Era Digital terhadap Pendidikan dan Budaya Toraja di Lembang Dende’, Kecamatan Dende’ Piongan Napo, Toraja Utara.

Baca Juga  UKI Paulus Raih 8 Penghargaan LLDIKTI Wilayah IX Award, Prof Apriana Toding Dosen Berprestasi

Atas semua pencapainnya, Doktor Electrical and Computer Engineering lulusan Curtin University Australia ini mengucap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pencapaiannya sebagai seorang Professor dan akan terus memaksimalkan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ide Kreatif yang dilakukan Prof Apriana Toding dan membawanya menjadi pemenang Ide-Ide Terbaik Covid-19 INA IDEAthon 2020 (#InovasiAtasiCOVID19) dari Kemenristek dan Badan Riset Inovasi Nasional.

“Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan butir-butir nilai yang harus dilaksanakan oleh civitas akademik kampus. Oleh karena itu Perguruan Tinggi perlu terstruktur dan tersistem dengan beberapa formula atau konsep yang dimilikinya serta diaplikasikan dalam bentuk pengabdian masyarakat yang komprehensif dengan kerja nyata dan bersinergi bersama dalam pembangunan masyarakat,” katanya. (*)

Penulis: Avelino AP
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya