oleh

Fakultas Pertanian UKI Toraja Budidayakan Paprika dengan Teknik Drip Irigasi dari Israel

KAREBATORAJA.COM, MAKALE — Fakultas Pertanian Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja saat ini tengah mengembangkan dan membudidayakan tanaman Paprika, yang bijinya dibawa langsung dari Israel.

Paprika merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan, tepatnya di Meksiko. Mempunyai rasa yang manis dan sedikit pedas dengan warna yang bervariasi, merah, kuning, hijau, dan orange. Buah tanaman ini sering digunakan sebagai campuran salad, pizza, dan beberapa macam makanan lainnya.

Evan, tenaga ahli yang dikirim Fakultas Pertanian UKI Toraja belajar sistem pertanian di Israel, beberapa waktu lalu, mengatakan bibit atau biji Paprika yang dikembangkan saat ini dibawa oleh dirinya saat kembali ke tanah air pada Agustus 2020 yang lalu.

Baca Juga  UKI Toraja Gelar Wisuda Sarjana dengan Protokol Kesehatan Covid-19 yang Ketat

“Lalu, bibit kami semai di lahan percobaan Fakultas Pertanian UKI Toraja. Kurang lebih 2 bulan pasca tanam sekarang sudah bisa berbuah,” jelas Evan, sambil memperlihatkan buah Paprika yang sudah dihasilkan.

Di ukung dengan metode Drip Irigasi (irigasi tetes) yang memang sudah menjadi ikon negara Israel, tanaman yang ditanam di kebun percontohan itu memperlihatkan tanda-tanda bagus untuk kemudian dikembangkan dalam jumlah yang lebih banyak.

Irigasi Tetes (drip irigasi) adalah teknologi andalan Israel. Berkat teknologi ini mereka mampu mengubah Ethiophia menjadi lahan pertanian yang  sangat produktif baik, dari segi produktivitas komoditas pangan maupun komoditas lainnya.

“Kami mencoba mengaplikasikan teknik ini dengan menggunakan alat yang bisa mendukung walaupun masih berbeda jauh dengan teknik drip yang sudah mampu dikontrol dengan menggunakan aplikasi. Namun sasarannya kami lebih kepada bagaimana tenik ini diperkenalkan kepada mahasiswa Pertanian UKI Toraja khususnya dan juga dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat umum khususnya yang bergerak di sektor pertanian,” kata Evan.

Baca Juga  Didemo Mahasiswa Soal Status Akreditasi Teknik Sipil, Begini Tanggapan Rektor UKI Toraja

Dia mengatakan, dengan keadaan iklim sekarang yang tidak menentu dengan intensitas hujan yang tidak teratur harus membuat kita menghemat penggunaan air, khususnya sektor pertanian. Metode irigasi tetes mempunyai maanfaat yang sangat tepat dalam hal ini.

Evan, staf ahli laboratorium Fakultas Pertanian UKI Toraja di kebun percontohan Paprika.

“Cara kerja metode ini, yaitu air langsung menetes tepat di bawah batang tanaman dan langsung masuk ke akar. Begitupun pada saat pemupukan setiap selang drip yg telah dilubang sesuai dengan jarak yang sudah ditentukan,” urai Evan.

Menurut Evan, metode ini juga lebih tepat sasaran dan sangat menghemat dalam penggunaan air. “Potensi untuk tumbuhnya gulma di sekitar tanaman juga sangat kecil karena fokus air hanya pada tanaman,” pungkasnya. (*)

Baca Juga  UKI Toraja Seleksi Tim Debat Mahasiswa Untuk Kompetisi Debat Mahasiswa Tingkat Nasional

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya