Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » BPJS Kesehatan Beri Bantuan CSR dan Skrining Kesehatan di Hari Pertama Masuk Sekolah SMKS SPP Santo Paulus Makale

BPJS Kesehatan Beri Bantuan CSR dan Skrining Kesehatan di Hari Pertama Masuk Sekolah SMKS SPP Santo Paulus Makale

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE UTARA — Senin, 10 Juli 2023 adalah hari pertama dimulainya pelajaran Tahun Ajaran 2023/2024 untuk sekolah dasar, menengah dan tinggi. Demikian juga di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Santo Paulus Makale.

Di awal hari pertama masuk sekolah diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di mana para siswa dikenalkan pada visi- misi sekolah, sarana-prasarana, program sekolah, konsep pengenalan diri dan lingkungan pendidikan.

Pada kesempatan ini, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Makale, Natalia Panggelo, mengunjungi SMKS SPP Santo Paulus Makale dengan memberikan bantuan perbaikan ruang kelas siswa. Bantuan itu diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMKS SPP Santo Paulus, Rupinus Misi’, disaksikan Wakasek Kurikulum, Pastor Anthonius Tangnga Layuk, dan Wakasek Kesiswaan, Heri Mellolo.

Program ini merupakan bentuk perhatian BPJS Kesehatan bagi pendidikan generasi muda Toraja khususnya di bidang pertanian. Bidang pertanian merupakan salah satu pilar penopang denyut kehidupan dan dinamika perekonomian masyarakat. Sumber makanan pokok yang sehat dari bidang pertanian menjadi faktor penentu bagi kelangsungan kehidupan dan kesehatan masyarakat. Di samping itu, roda perputaran ekonomi dari hasil pertanian akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, BPJS Kesehatan memberikan perhatian khusus bagi pendidikan kaum muda dan penguatan di bidang pertanian melalui perhatian dan bantuan perbaikan sarana-prasarana sekolah.

Natalia Panggelo yang lahir dan besar di Toraja sudah mengenal sekolah SMKS SPP dari dahulu sejak dia kecil. Waktu itu sekolah ini masih dikenal sebagai Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA). “Sejak kecil saya sering berkunjung ke sekolah ini. Jadi saya familiar dengan kompleks sekolah ini,” kata Natalia.

Di samping itu, dia pun memotivasi para siswa, khususnya siswa baru yang akan memulai pendidikan di sekolah pertanian ini. “Menjadi pelajar kita dituntut untuk mempelajari banyak bidang pengetahuan. Ilmu pengetahuan itu akan membantu kita untuk memasuki dunia kehidupan yang sesungguhnya dengan lebih baik. Sebagai contoh, jikalau kita mempelajari 100 hal namun dalam ujian hanya ditanyakan 10 pertanyaan maka kita sebenarnya menyimpan 90 pengetahuan yang lainnya. Ini bonus yang kita miliki,” katanya memberikan harapan-inspirasi bagi siswa baru tersebut.

“Kedisiplinan dalam belajar, keaktifan dalam berorganisasi dan kerja keras menjadi kunci dalam keberhasilan menggapai cita-cita kelak,” sambungnya merujuk pada pengalamannya menuntut ilmu pengetahuan sampai mencapai karier dalam pekerjaannya.

Pada hari pertama masuk sekolah, Natalia Panggelo juga mengajak para siswa dan guru untuk mengadakan Skrining Kesehatan sebagai langkah awal pengenalan riwayat kesehatan untuk mengetahui tingkat resiko penyakit beresiko tinggi seperti diabetes mellitus, hipertensi, jantung coroner dan ginjal kronis. Jenis penyakit ini sangat berisiko tinggi dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, pengenalan riwayat penyakit ini lebih dini dan upaya untuk mencegahnya akan membantu kita meminimalisir resikonya serta meringankan beban kesehatan yang harus ditanggung oleh negara. Ikut berpartisipasi dalam Skrining Kesehatan tersebut berarti kita ambil bagian dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih sehat.

Semoga perhatian dan langkah-langkah positif seperti dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Makale tersebut bisa berkelanjutan dan membantu proses pendidikan para siswa sebagai generasi muda bangsa Indonesia yang berkualitas.

Citizen Reporter: RD Aidan P. Sidik
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tindak lanjut Instruksi Presiden, Pemerintah Lembang Palipu’ Bentuk Koperasi Desa Merah Putih

    Tindak lanjut Instruksi Presiden, Pemerintah Lembang Palipu’ Bentuk Koperasi Desa Merah Putih

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Lembang Palipu Kecamatan Mengkendek. (Foto/Istimewa).   KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Dalam rangka mendukung program nasional Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemerintah Lembang Palipu’ Kecamatan Mengkendek langsung menindaklanjuti dengan menggelar Musyawarah Desa Khusus. Bertempat di Aula Kantor […]

  • Kebakaran Hanguskan Rumah Nenek Eka di Masanda, Tana Toraja

    Kebakaran Hanguskan Rumah Nenek Eka di Masanda, Tana Toraja

    • calendar_month Sen, 1 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MASANDA —  Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Tana Toraja, tepatnya di Lembang Paliorong, Kecamatan Masanda, Jumat, 26 Februari 2021 dini hari. Kebakaran tersebut menghanguskan rumah milik Kamessa atau yang akrab dipanggil Nenek Eka. Akibat kejadian tersebut, seluruh isi rumah ludes dilalap si jago merah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Informasi […]

  • OPINI: Jangan Jadikan Toraja Tumbal Mega Watt

    OPINI: Jangan Jadikan Toraja Tumbal Mega Watt

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh; Fransiskus Allo TORAJA tidak pernah meminta menjadi pusat proyek energi. Ia dikenal dunia karena budaya dan lanskapnya, bukan karena cadangan panas buminya. Namun hari ini, di tengah ambisi transisi energi nasional, wilayah adat di Tana Toraja kembali dipetakan sebagai blok potensi. Pertanyaannya sederhana: apakah demi mengejar megawatt, kita rela menjadikan tanah leluhur sebagai tumbal? […]

  • Masyarakat Balepe’ Minta Aktivitas Penyadapan Getah Pinus di Wilayah Mereka Dihentikan

    Masyarakat Balepe’ Minta Aktivitas Penyadapan Getah Pinus di Wilayah Mereka Dihentikan

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Masyarakat Lembang (Desa) Balepe’, Kecamatan Malimbong Balepe’, Tana Toraja meminta aktivitas penyadapan getah pinus yang dilakukan PT. Kencana di wilayah mereka dihentikan sementara hingga aspirasi warga diakomodir pihak perusahaan. Permintaan ini ditegaskan oleh Kepala Lembang Balepe’, Kala’lembang dalam pertemuan antara warga dengan pihak PT Kencana yang dihadiri Sekda Tana Toraja, Semuel Tande […]

  • Setelah Ombas, Bro Dedy Juga Mendaftar di Partai Demokrat Toraja Utara

    Setelah Ombas, Bro Dedy Juga Mendaftar di Partai Demokrat Toraja Utara

    • calendar_month Sel, 30 Apr 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara (incumbent), Yohanis Bassang dan Frederik Victor Palimbong kelihatan mulai pecah kongsi menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Toraja Utara, November 2024 mendatang. Dugaan ini merujuk pada aktivitas politik keduanya pada beberapa pekan terakhir ini. Sebagai Ketua Partai, keduanya terlihat berjalan di arah […]

  • OPINI: Ketika Benteng Terakhir Mulai Retak; Toraja di Persimpangan Identitas, Iman, dan Modernitas

    OPINI: Ketika Benteng Terakhir Mulai Retak; Toraja di Persimpangan Identitas, Iman, dan Modernitas

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Fransiskus Allo (Dewan Pakar Pemuda Katolik Komcab Tana Toraja, Pemerhati Toraja) TORAJA bukanlah masyarakat yang rapuh oleh sejarah. Ia pernah menghadapi dua gelombang besar penaklukan: invasi politik-militer Kerajaan Bone dan invasi ideologis-militer pada masa DITII. Keduanya meninggalkan luka, tetapi tidak memusnahkan identitas Toraja. Namun hari ini, Toraja menghadapi ancaman yang justru lebih berbahaya: penaklukan […]

expand_less